Berita

Workshop pengembangan dan inovasi pesantren. (Foto: RMOLJatim/Istimewa)

Nusantara

Kiai Imam Jazuli Gagas Gerakan Transformasi Pesantren Lewat Workshop

SENIN, 25 MEI 2026 | 02:36 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pengasuh Pesantren Bina Insan Mulia KH Imam Jazuli Lc MA menggagas gerakan transformasi pesantren berskala nasional dengan menargetkan 5.000 pengasuh pesantren dari 34 provinsi mengikuti workshop pengembangan dan inovasi pesantren sepanjang 2026.

Program workshop nasional tersebut digelar secara bertahap untuk mempercepat perubahan sistem pendidikan, tata kelola, hingga strategi pengembangan santri di pesantren-pesantren Indonesia.

KH Imam Jazuli menyatakan workshop pengasuh pesantren sebenarnya telah dimulai sejak 2025, baik untuk skala nasional maupun tingkat Jawa Barat.


Ia mengaku banyak peserta workshop terdahulu yang mendatangi dan menyampaikan bahwa manfaat kegiatan tersebut sangat signifikan bagi perubahan pesantren.

"Karena itu, kali ini workshop dirancang lebih sistematis, detail, dan membumi. Bahkan akan dilanjutkan dengan pendampingan agar dampaknya lebih powerfull,” kata Kiai Imam Jazuli dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan pesantren sekaligus memperkuat pertumbuhan jumlah santri di berbagai daerah.

“Ketika pesantren semakin mampu menghasilkan santri-santri yang berhasil di dunia dan di akhirat, kepercayaan masyarakat akan semakin kuat dan nantinya pesantren di Indonesia akan menjadi pusat peradaban keilmuan di dunia,” tambahnya.

Panitia menargetkan workshop digelar setiap pekan hingga Desember 2026 guna menjangkau pengasuh pesantren di seluruh Indonesia.

Untuk wilayah Pulau Jawa, kuota peserta diperkirakan mencapai 400 orang per provinsi dengan total sekitar 2.000 peserta. Khusus Jawa Barat, sebanyak 400 pengasuh pesantren ditargetkan selesai mengikuti workshop pada awal Juni 2026.

Selanjutnya, program akan dilanjutkan bagi 1.600 pengasuh pesantren dari wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten mulai Juni hingga Agustus 2026.

Sementara itu, wilayah luar Jawa diperkirakan diikuti 100 hingga 150 peserta per provinsi dengan estimasi total sekitar 3.000 peserta.

Secara keseluruhan, workshop ini menargetkan 5.000 pengasuh pesantren dari seluruh Indonesia. Seluruh kegiatan tersebut disponsori penuh oleh Pesantren Bina Insan Mulia dan Imam Jazuli Foundation.

Peserta memperoleh fasilitas transportasi, akomodasi, sertifikat, buku panduan, hingga kesempatan mendapatkan doorprize seperti menginap di hotel, ziarah Walisongo, dan perjalanan luar negeri.

Gerakan transformasi pesantren inisitatif Kiai Imam Jazuli tahun 2026 ini dimulai dari Wilayah III Cirebon yang meliputi Cirebon, Kuningan, Majalengka, dan Indramayu.

Workshop perdana digelar di Joglo Agung Pesantren VIP Bina Insan Mulia 2 Cirebon pada Sabtu, 23 Mei 2026 dan diikuti 108 pengasuh pesantren hasil seleksi panitia.

Selama kegiatan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, KH Imam Jazuli menjadi narasumber tunggal yang mengisi enam sesi workshop.

Pentingnya Pesantren Transformatif

Dalam sambutannya, Kiai Imjaz–panggilan akrab Imam Jazuli, menegaskan pentingnya pesantren beradaptasi terhadap perubahan zaman.

“Pesantren harus belajar dari runtuhnya korporasi besar dunia yang gagal merespons perubahan dengan cepat. Kematian organisasi bukan karena perubahan, tetapi karena kegagalan strategi dalam menghadapi perubahan,” ujarnya.

Peserta workshop mengaku mendapatkan banyak wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan di pesantren masing-masing.

“Perubahan pesantren sudah dibahas di banyak tempat, tapi yang saya dapat barulah sebatas motivasi. Di workshop ini, saya mendapatkan motivasi, strategi, Metode, Sistem dan panduan teknis dengan langkah-langkah yang jelas dan terukur untuk melakukan perubahan. Sudah begitu, saya juga dapat rejeki doorprize untuk menginap di hotel,” ungkap Dr KH Habib Khaerussani, pengasuh Pesantren Akmala Sabila, Cirebon.

Sementara itu, KH Asep Abdul Aziz SH, pengasuh Pesantren Miftahul Mubarak Kuningan, mengatakan workshop tersebut membuka pemahaman baru tentang strategi pengembangan pesantren.

“Workshop yang saya ikuti benar-benar memantik kesadaran dan pemahaman tentang cara mengubah sistem pembelajaran, membuat kurikulum yang menarik, layanan kepada santri walisantri dan masyarakat, dan strategi untuk menambah jumlah santri. Ini ilmu yang tidak bisa didapatkan dimanapun,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan KH Ence Burhanuddin MPd, pengasuh Pesantren Al-Amin Kuningan.

“Workshop yang diikuti isinya daging semua. Sudah begitu, Kiai Imjaz menyampaikan dengan cara yang sangat menarik sehingga seluruh peserta tetap semangat sampai akhir. Ada penyajian fakta, data riset, pemikiran dan pengalaman yang langsung ke inti masalah dan solusinya,” katanya.

Workshop tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Kepala Kemenag Kabupaten Indramayu Dr KH Aghuts Muhaimin, Ketua PCNU Kota Cirebon Dr H Mustopa Rajid, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Saerozi, Ketua PCNU Kabupaten Indramayu KH Muhammad Mustofa, Kepala Kemenag Kota Cirebon Hj Riana Anom Sari SE serta Kepala Kemenag Majalengka Dr Hj Euis Damayanti.

Para tokoh yang hadir memberikan apresiasi atas inisiatif KH Imam Jazuli dalam mendampingi pesantren menghadapi perubahan besar di era modern.

Mereka juga menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan pengorbanan tenaga, ilmu, serta sumber daya yang diberikan demi kemajuan pesantren di Indonesia. 

Pengasuh pesantren di seluruh Indonesia yang berminat mengikuti workshop ini, silakan melakukan pendaftar melalui link ini: https://pesantrenbima.com/wppnasional2026/ lalu melakukan konfirmasi ke nomor WA: 087720080569 (Ustaz Abd Rahman) atau WA: 085321006000 (Ustaz Hasyim) tentu dengan syarat berlaku yaitu khusus pengasuh yang memiliki santri mukim minimal 100-1000, dan yang hadir harus pengasuh pesantren, tidak boleh diwakilkan, karena terkait berbagai kebijakan strategis. Sedangkan di pendampingan selanjutnya bisa melalui pengurus pondok terkait teknis.


Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Video Viral, Netanyahu Menyerah dan Flotilla Bebas

Senin, 25 Mei 2026 | 01:57

Narasi Larangan Pertalite untuk Kendaraan Merek Tertentu per 1 Juni 2026 Hoax!

Senin, 25 Mei 2026 | 01:40

Euforia Bobotoh

Senin, 25 Mei 2026 | 01:20

Sugiono Dianggap Berhasil Terjemahkan Kerja Nyata Prabowo

Senin, 25 Mei 2026 | 00:59

Ini Tujuh Saran untuk Prabowo Realisasikan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 25 Mei 2026 | 00:40

Gubernur Lemhannas Minta Keberadaan BoP Dikaji Ulang

Senin, 25 Mei 2026 | 00:18

Edukasi Keuangan Bantu Mahasiswa Kelola Kantong Secara Sehat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:58

Golkar Jadikan MDI Instrumen Sosialisasi Program Prabowo ke Umat

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:40

Prabowo Singgung Reshuffle Zulhas, PAN Terancam Tidak Digandeng Gerindra di 2029

Minggu, 24 Mei 2026 | 23:19

Ekonomi Syariah dan Ekonomi Kerakyatan: Dua Tombak Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 | 22:43

Selengkapnya