Berita

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo. (Foto: Setkab)

Politik

Jokowi Mau Keliling Indonesia karena Takut Dilupakan Rakyat

MINGGU, 24 MEI 2026 | 22:11 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Rencana mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) keliling Indonesia dinilai bukan sekadar agenda silaturahmi biasa. Langkah tersebut dibaca sebagai bentuk ketakutan akan hilangnya pamor politik dan dinasti keluarganya menuju Pemilu 2029.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza memandang, manuver Presiden ke-7 RI itu wajar mengundang sinisme publik. Alih-alih murni rindu warga, Jokowi ditengarai berupaya keras berburu panggung politik baru pasca-lengser.

Efriza mencatat adanya pembelaan dari organisasi relawan Pro Jokowi (Projo) yang mengklaim agenda tersebut murni karena undangan masyarakat daerah, serta tidak berkaitan dengan urusan politik elektoral maupun masa depan anak-anaknya. Namun, klaim itu dinilai terlalu naif.


"Bahasa diundang oleh rakyat itu istilah yang ditengarai tak bisa bernilai benar. Jokowi merencanakan keliling Indonesia adalah langkah kebutuhan," ujar Efriza saat dihubungi RMOL, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurut Efriza, ada kekhawatiran akut di barisan pendukung, partai bentukan, hingga lingkar dalam keluarga Jokowi. Mereka sadar, tanpa adanya pergerakan politik yang intens, eksistensi mereka bakal tenggelam dari ingar-bingar politik nasional.

Asumsi tersebut kian menguat lantaran penerus trah Jokowi di eksekutif, yakni Gibran Rakabuming Raka kurang bertaji di panggung nasional dan kerap menjadi sasaran kritik publik.

"Bisa dimaknai Gibran tak lagi bernilai tanpa sepak terjang Jokowi. Apalagi, banyak kasus hukum berpotensi merebak dan menyeret nama Jokowi maupun orang-orang terdekatnya," tutur analis lulusan pascasarjana Universitas Nasional (Unas) tersebut.

Tak hanya Gibran, Efriza juga menyoroti rapor politik menantu Jokowi, Bobby Nasution yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Menurutnya, citra dan performa politik Bobby tidak terlalu moncer.

Jika Jokowi memilih berdiam diri di Solo, masa depan politik dinasti yang telah dibangunnya terancam layu sebelum berkembang. Termasuk nasib Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini dinakhodai putra bungsunya, Kaesang Pangarep.

"Karier politik dari keluarga Jokowi lainnya akan mandek seperti Bobby Nasution, dan karier politik para pendukungnya lambat laun menyusut drastis. Bahkan, PSI elektabilitasnya akan sulit terdongkrak," tutup Efriza.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Sinergi Polri-TNI-BIN Pilar Utama Jaga HUT RI Tetap Kondusif

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:04

Prabowo Diminta Alihkan Belanja Kurang Produktif ke Program Padat Karya

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:00

Puncak El Nino dan Ancaman Kekeringan di Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:42

UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 Miliar di Semester I-2026

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:30

Mengenal Sejarah Dan Makna Hari Pramuka Nasional 14 Agustus

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:21

Menimbang Pilkada Asimetris

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:03

Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Produksi Massal 2028

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:45

Mendes Yandri Tagih Tindak Lanjut Bareskrim soal Isu Hoaks Warung Tutup

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40

Motor Listrik Pangkas Biaya Operasional Kurir Pos Indonesia hingga 67 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Janji Siapkan Motor Listrik dengan DP Nol dan Bunga Cicilan Rendah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:21

Selengkapnya