Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily. (Foto: Istimewa)

Politik

Ace Hasan: MDI Sudah Pasti Golkar, Didirikan Sebagai Ruang Pengabdian

MINGGU, 24 MEI 2026 | 21:06 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menjaga hubungan historis dan ideologis antara Partai Golkar dengan kalangan ulama menjadi satu keharusan untuk dilakukan.

Begitu dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily dalam momentum Syukuran Milad ke-48 Majelis Dakwah Islamiyah (MDI), yang digelar di Masjid Syajaratun Thayyibah, Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu 24 Mei 2026.

Ace Hasan yang juga menjabat sebagai Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) menegaskan bahwa MDI memiliki hubungan historis yang kuat dengan Golkar sejak era Orde Baru.


Ia menyebut, MDI dibentuk sebagai ruang pengabdian para ulama untuk membantu menjelaskan berbagai kebijakan pembangunan pemerintah kepada masyarakat.

“Majelis Dakwah Islamiyah pasti Golkar-nya. Karena MDI didirikan untuk menjadi ruang pengabdian para ulama dalam menjelaskan kepada masyarakat berbagai kebijakan pembangunan,” kata Ace.

Ia mencontohkan bagaimana para ulama MDI pada masa lalu berperan besar dalam menjembatani komunikasi pemerintah dengan masyarakat terkait program Keluarga Berencana (KB) yang saat itu menuai penolakan.

“Saat itu terjadi perdebatan yang sangat keras. Tetapi para kiai, ulama, ustadz dan ustadzah yang tergabung dalam MDI hadir memberi penjelasan kepada masyarakat bahwa kebijakan pemerintah harus dilihat dari tujuan kemaslahatannya,” jelas Ace Hasan.

Menurutnya, pengalaman sejarah tersebut menunjukkan bahwa MDI harus tetap menjadi mitra strategis pembangunan bangsa.

“Ulama bersama Golkar bukan untuk menjadi oposisi terhadap pemerintah semata, melainkan hadir untuk memastikan kehidupan bernegara berjalan dengan nilai, moral, dan tanggung jawab kebangsaan,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum MDI, KH. Choirul Anam, mengatakan, tradisi syukuran dalam setiap Milad MDI menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan organisasi sekaligus memperkuat pengabdian dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan umat.

“MDI lahir bukan hanya untuk menjaga tradisi dakwah, tetapi untuk memastikan dakwah hadir sebagai energi pemersatu, penguat moral, dan penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya