Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Kembangkan Sentra Perikanan Ribuan Hektare demi Dongkrak Ekspor

MINGGU, 24 MEI 2026 | 08:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. 

Upaya tersebut diwujudkan melalui pembangunan sentra budidaya komoditas perikanan dan kelautan berskala besar di berbagai daerah guna meningkatkan produksi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong peningkatan ekspor dan perolehan devisa negara.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026. 


Menurutnya, pemerintah akan memperbanyak proyek-proyek produktif yang mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.

"Kita mulai sekarang menambah, kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein dan untuk rakyat kita, dan juga untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa," ujar Prabowo.

Prabowo menjelaskan, pemerintah saat ini tengah membangun kawasan tambak udang terintegrasi seluas sekitar 2.000 hektare di Waingapu, Nusa Tenggara Timur. 

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pembangunan sentra budidaya udang sekitar 200 hektare di Gorontalo serta kawasan budidaya perikanan di pantai utara Jawa Barat dengan luas mencapai 14.000 hektare. 

"Hanya di sana (Jawa Barat) ikan, di sini (Kebumen) udang," tambahnya.

Kepala Negara menilai prospek sektor budidaya perikanan nasional sangat menjanjikan. Ia mencontohkan keberhasilan BUBK Kebumen yang memiliki luas 65 hektare dengan produktivitas panen mencapai 40 ton udang per hektare serta mampu menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal. 

Capaian tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri perikanan dunia.

"Dan panennya sekarang, hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia. Jadi sangat menjanjikan. Dan harganya sangat bagus, Rp70.000 per kg, berarti Rp70 juta per ton," imbuhnya.

Karena itu, pemerintah bertekad mempercepat pembangunan berbagai kawasan budidaya yang dinilai produktif guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kontribusi ekspor sektor perikanan. 

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, nilai ekspor produk perikanan dan kelautan Indonesia telah mencapai 6,27 miliar dolar AS atau tumbuh 5,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Saya kira nanti dalam bulan-bulan yang mendatang, kita akan mempercepat proses pembangunan yang produktif. Semua yang produktif akan kita jalankan," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Diburu Kolektor, BI Cetak Lagi Rupiah Tanda Tangan Purbaya

Jumat, 25 September 2026 | 00:17

DPRD DKI: Perkuat Fungsi Edukasi dan Kebudayaan di TIM

Jumat, 25 September 2026 | 00:04

Pelunasan BLBI Jadi Tonggak Penyelesaian Krisis 1997-1998

Kamis, 24 September 2026 | 23:37

Tim Hukum: Tak Ada Saksi Sebut Heri Susanto Terima Suap

Kamis, 24 September 2026 | 23:19

Sufmi Dasco akan Kukuhkan Pengurus APKLI Merah Putih

Kamis, 24 September 2026 | 23:00

Tagihan Cicilan Kopdes Merah Putih Rp37,7 Triliun Jatuh Tempo Besok

Kamis, 24 September 2026 | 22:59

Warisan Kwik Kian Gie untuk Indonesia

Kamis, 24 September 2026 | 22:48

DPR Minta Basarnas Lanjutkan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Kamis, 24 September 2026 | 22:26

Tokoh Adat Papua Kecam Penembakan Tiga Warga Sipil di Muliama

Kamis, 24 September 2026 | 22:23

Menko Yusril Pastikan Media Bebas Meliput di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 22:11

Selengkapnya