Berita

Masjidil Haram, Makkah. (Foto: Kemenag)

Publika

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

MINGGU, 24 MEI 2026 | 05:14 WIB

KABAR terbaru datang dari si rambut jagung, Donald Trump. Ternyata ia sangat menghormati ritual ibadah haji di Makkah. Dengan alasan itu, ia menunda menyerang Iran dalam skala besar. Benarkah demikian? 

Dunia akhirnya menyaksikan momen paling langka setelah cicak jatuh tepat ke gelas kopi. Donald Trump mendadak jadi manusia penuh toleransi. Ya, benar. Orang yang biasanya kalau bangun tidur langsung kepikiran embargo, tarif impor, dan tombol rudal, kini menunda serangan ke Iran demi menghormati ritual Haji.

Bukan karena beliau tiba-tiba jadi ustaz motivator subuh ya. Negara-negara Teluk panik berjamaah. Mereka takut musim Haji berubah jadi paket wisata “Umrah Plus Simulasi Perang Dunia III”. Nuan bayangkan jutaan orang lagi thawaf, eh di langit ada F-15 lewat sambil flare menyala kayak konser EDM militer.


Ini bukan jumlah kecil. Saat ini tercatat lebih dari 162.833 jemaah haji Indonesia sudah tiba di Tanah Suci, baik di Makkah maupun Madinah, menjelang puncak ibadah Haji 2026. 

Sekitar 80 persen kuota jemaah Indonesia sudah berada di Makkah. Sisanya masih bergerak dari Madinah dan Jeddah seperti rombongan besar study tour akhirat edition. Kalau di tengah jutaan jamaah itu tiba-tiba alarm perang bunyi, travel haji langsung berubah jadi mode survival battle royale.

Akhirnya Trump menunda serangan. Pentagon mungkin sudah siap semua. Pilot F-15 kemungkinan sudah selfie depan pesawat sambil caption, “Bismillah OTW demokrasi.” Rudal sudah dipanaskan. Operator radar sudah ngopi dua termos. Eh mendadak batal karena musim Haji belum selesai.

Trump bilang masih ada “very good chance” tercapai perdamaian. Marco Rubio bilang ada sedikit kemajuan. Sedikit sekali. Tipisnya seperti janji “harga sembako stabil” menjelang lebaran.

Sementara itu Iran tampil dengan aura karakter anime season terakhir. Meski sudah dihajar Amerika-Israel berbulan-bulan, mereka malah ngumumkan sekarang sudah hafal pola serangan Amerika. Konon Rusia ikut bantu kasih bocoran. Mungkin sekarang radar Iran tiap lihat pesawat Amerika langsung bisa nebak, “Oh ini formasi hari Kamis. Abis belok kiri nanti flare keluar tiga kali.”

Yang lebih lucu lagi, Iran mengklaim berhasil menjatuhkan beberapa F-15E karena Amerika terlalu rajin pakai pola serangan yang sama. Ini seperti maling yang tiap malam masuk lewat jendela dapur lalu heran kenapa sekarang diinjak lego dan disiram air cucian beras.

Iran juga bilang mereka masih punya 50–70 persen kekuatan tempur. Rudal siap. Drone siap. Pasukan siap. Yang tidak siap mungkin cuma dompet rakyat biasa yang lihat harga kebutuhan naik pelan-pelan sambil menangis dalam diam.

Lalu muncullah proposal damai 14 poin yang dikirim Iran lewat Pakistan. Situasinya sekarang benar-benar seperti pasangan toxic:
“Aku benci kamu.”
“Tapi kita masih bisa ngobrol kan?”
“Iya, tapi jangan ngebom dulu.”

Masalahnya semua ini rapuh sekali. Satu rudal nyasar, satu komandan salah emosi, atau satu tweet Trump tengah malam pakai huruf kapital semua, langsung Timur Tengah bisa berubah jadi update DLC kiamat terbaru.

Jangan lupa, Selat Hormuz masih jadi tombol panik ekonomi dunia. Kalau Iran benar-benar menutup jalur itu, harga minyak bisa naik lebih liar dari harga cabai saat emak-emak mulai mengetik “Indonesia darurat sambal”.

Timur Tengah 2026 memang luar biasa. Tempat di mana ibadah Haji, diplomasi, rudal balistik, harga minyak, dan ego para pemimpin dunia bercampur jadi satu seperti isi grup WA ormas. Ada doa, ada hoaks, ada jualan madu, ada ancaman perang global, ada info kondangan di gang sebelah.

Di tengah semua kekacauan itu, Donald Trump mendadak jadi penjaga ketertiban musim Haji sedunia. Minimal sampai jamaah selesai lempar jumrah.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya