Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Wall Street Hijau: Dow Jones Cetak Rekor Baru

SABTU, 23 MEI 2026 | 08:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Wall Street berhasil menguat di tengah pergerakan fluktuatif pasar akibat kekhawatiran perang Iran dan kenaikan inflasi di Amerika Serikat (AS).

Sentimen pasar membaik setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS mulai turun, sehingga investor kembali masuk ke pasar saham.

Dikutip dari CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 294 poin atau 0,58 persen ke level 50.579,70 pada akhir perdagangan Jumat 22 Mei 2026 waktu setempat, dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru. 


Indeks S&P 500 naik 0,37 persen ke 7.473,47, sementara Nasdaq Composite bertambah 0,19 persen menjadi 26.343,97.

Kenaikan didorong meredanya kekhawatiran investor terhadap konflik di Timur Tengah. Laporan menyebut tim dari Qatar telah tiba di Teheran untuk membantu proses negosiasi antara AS dan Iran guna mengakhiri perang. Harapan adanya perdamaian membuat tekanan di pasar obligasi dan minyak mulai berkurang.

Di pasar energi, harga minyak dunia masih naik namun tidak setinggi awal pekan. Minyak Brent ditutup naik 0,9 persen ke 103,54 Dolar AS per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) menguat tipis 0,3 persen menjadi 96,60 Dolar AS per barel. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,56 persen, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.

Dari sisi saham individual, Qualcomm menjadi salah satu bintang utama Wall Street setelah melonjak hampir 12 persen dalam sehari dan naik lebih dari 18 persen sepanjang pekan. Kenaikan saham chip tersebut didorong optimisme investor terhadap perkembangan bisnis kecerdasan buatan (AI). Selain itu, saham Dell Technologies dan HP juga melonjak lebih dari 15 persen setelah Lenovo melaporkan lonjakan pendapatan dari bisnis AI.

Secara mingguan, Wall Street juga membukukan performa solid. S&P 500 naik 0,9 persen dan mencatat delapan pekan kenaikan beruntun, menjadi reli mingguan terpanjang sejak akhir 2023. Dow Jones menguat 2,1 persen dalam sepekan, sedangkan Nasdaq naik 0,5 persen dan mencatat penguatan dalam tujuh dari delapan pekan terakhir.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya