Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Kumpulkan Eks Menteri Ekonomi hingga Gubernur BI di Istana, Bahas Apa?

JUMAT, 22 MEI 2026 | 17:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah tokoh ekonomi yang pernah menduduki jabatan strategis sebagai menteri maupun gubernur Bank Indonesia dalam sebuah pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026. 

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa para tokoh yang diundang merupakan figur yang memiliki pengalaman langsung dalam menangani berbagai gejolak ekonomi nasional pada masa lalu. 

Mereka di antaranya mantan Gubernur BI (2003-2008) Burhanuddin Abdullah, mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas (2004-2009) Paskah Suzetta, ekonom senior dan mantan anggota DPR RI periode (2004-2009) Drajad Wibowo, serta mantan Wakil Menteri PPN/Kepala Bappenas 2014 Lukita Dinarsyah Tuwo.


Selain Airlangga, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan CEO Danantara Rosan Roeslani juga hadir mendampingi presiden dalam kesempatan itu.

"Saya didampingi oleh Pak Menteri Keuangan, Pak Purbaya. Tadi mendampingi Bapak Presiden menerima beberapa tokoh yang pernah menjadi menteri atau gubernur Bank Indonesia, antara lain tadi Pak Burhanuddin, kemudian ada Pak Paskah Suzetta, ada Pak Drajat, ada Pak Lukita,” ujar Airlangga usai pertemuan.

Dalam diskusi tersebut, para mantan pejabat ekonomi membagikan pengalaman mereka ketika menghadapi tekanan ekonomi global, termasuk krisis keuangan 2008 yang sempat mengguncang berbagai negara. 

Airlangga mengungkapkan, salah satu catatan yang disampaikan adalah tingginya inflasi dan gejolak nilai tukar yang pernah dialami Indonesia akibat lonjakan harga minyak dunia pada pertengahan dekade 2000-an. 

“Mereka mengatakan kalau di masa lalu inflasi kita di periode sekitar 17 persen dan juga terjadi perubahan nilai kurs akibat krisis minyak di tahun 2005 ada krisis minyak di mana harga minyak bisa naik sampai 140 dolar, ada pada waktu itu penyesuaian harga sehingga inflasinya bisa naik ke 27 persen,” paparnya.

Meski demikian, pemerintah menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada pada posisi yang lebih kuat dibandingkan periode krisis terdahulu. 

Stabilitas makroekonomi dinilai lebih terjaga dengan fundamental yang lebih kokoh serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang relatif terkendali. 

"Nah, kalau kita cek dengan konteks hari ini relatif situasi makro kita lebih baik, fundamental lebih kuat, dan depresiasi rupiah itu sekitar 5 persen, jadi jauh lebih rendah dari berbagai kasus sebelumnya. Dan dari situ sebetulnya kita belajar bagaimana mengantisipasi dan apa yang diperlukan untuk menghadapi situasi-situasi ke depan," ungkap Airlangga.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo juga meminta jajaran ekonomi pemerintah untuk terus memperkuat ketahanan sektor keuangan melalui penyempurnaan regulasi dan pengawasan perbankan. 

“Presiden meminta kami beserta Menteri Keuangan untuk memonitor bagaimana regulasi-regulasi untuk memperkuat situasi finansial dan juga menjaga prudensial dari perbankan kita," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

UPDATE

Persib Naik Peringkat Usai Tahan Imbang Dewa United

Senin, 12 Oktober 2026 | 02:20

Menata Kembali Pendidikan Kita

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:58

Koperasi di Bima Sukses Produksi Garam Merah Putih

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:35

Golkar Perkenalkan Sistem Dapil Nasional, Begini Penjelasannya

Senin, 12 Oktober 2026 | 01:15

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Paradoks Kebijakan Pertahanan Negara

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:48

Baintelkam Polri Alami Perombakan di Era Suyudi

Senin, 12 Oktober 2026 | 00:20

Taruna Merah Putih Gelar Taman Talks Kupas Masa Depan Kerja di Era AI

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:45

Polemik Revitalisasi Taman Coatesville, Warga Protes Bangunan 480 Meter Persegi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:33

Pangandaran Run 2026 Rajut Kebersamaan TNI dan Rakyat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:18

Manggala Agni Turun Tangan Padamkan Karhutla yang Mendekati Permukiman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 23:07

Selengkapnya