Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Emas Stabil di Tengah Gejolak Perang dan Inflasi

JUMAT, 22 MEI 2026 | 07:18 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas bergerak stabil pada akhir perdagangan Kamis 21 Mei 2026, setelah sempat anjlok 1 persen di awal sesi. 

Penurunan harga minyak, melemahnya Dolar AS, dan turunnya imbal hasil US Treasury (obligasi pemerintah AS) menjadi penopang utama logam mulia ini di tengah ketidakpastian konflik AS-Israel-Iran.

Emas Spot naik tipis 0,1 persen ke 4.547,54 Dolar AS per ons. Sedangkan emas Berjangka AS ditutup turun tipis 0,1 persen ke 4.542,50 Dolar AS pers ons.


Kurs Dolar AS yang turun dari level tertingginya membuat emas (yang dihargai dalam Dolar) menjadi lebih murah bagi investor dengan mata uang lain. Selain itu, penurunan harga energi dalam jangka pendek memberi napas bagi pergerakan emas.

Harga emas sebenarnya sudah anjlok lebih dari 14 persen akibat gangguan di Selat Hormuz yang memicu inflasi global.

Menurut analis UBS, inflasi akibat harga minyak membuat bank sentral (The Fed) tertekan untuk menaikkan suku bunga. Emas biasanya kalah bersaing dengan instrumen berbunga saat suku bunga tinggi. 

Harga logam lainnya juga menguat. Perak spot naik 0,9 persen ke 76,63 Dolar AS per ons. Sedangkan platinum menguat tipis 0,6 persen ke 1.962 Dolar AS per ons. Paladium melonjak 1,1 persen ke 1.384,50 Dolar AS per ons.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya