Berita

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo. (Foto: Pengemudi ojek online Gojek (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Gojek Hapus Sistem Langganan GoRide Hemat

RABU, 20 MEI 2026 | 15:26 WIB | LAPORAN: YUDHISTIRA WICAKSONO

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi menghentikan skema langganan bagi mitra pengemudi pada layanan GoRide Hemat. Kebijakan itu diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi terhadap dampaknya bagi kesejahteraan driver ojek online (ojol).

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, mengatakan program langganan tersebut awalnya diuji coba sejak November 2025 sebelum diperluas secara nasional pada Februari 2026.

“Setelah berjalan tiga bulan, kami melakukan kajian mendalam dan menemukan bahwa skema langganan ini perlu keseimbangan yang lebih baik bagi kesejahteraan mitra pengemudi. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menghentikan program langganan tersebut, efektif dalam waktu dekat,” ujar Hans dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.


Dengan dihentikannya sistem langganan, Gojek bakal menerapkan skema bagi hasil 8 persen untuk layanan GoRide Hemat, sama seperti GoRide reguler. Artinya, pengemudi akan menerima 92 persen pendapatan dari setiap perjalanan.

Kebijakan itu juga disebut sebagai langkah penyesuaian terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang membatasi potongan pendapatan mitra aplikator maksimal 8 persen.

Hans memastikan implementasi aturan baru akan dilakukan secepat mungkin sambil menunggu finalisasi petunjuk teknis dari pemerintah.

Di sisi lain, Gojek mengakui penghentian skema langganan bakal berdampak pada tarif layanan GoRide Hemat. Namun, perusahaan memastikan penyesuaian harga dilakukan secara terbatas dan tetap menjaga keterjangkauan bagi konsumen.

“Kami memastikan penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, tarif GoRide reguler dipastikan tidak mengalami kenaikan.

Hans berharap pelanggan memahami bahwa penyesuaian tarif moderat tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi.

“Kami berharap pelanggan kami dapat memahami penyesuaian dengan angka cukup moderat ini bisa langsung bermanfaat untuk pengemudi,” pungkasnya.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya