Berita

Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara II DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Presiden Langsung Sampaikan Kerangka APBN, Dinilai Jadi Tradisi Baru

RABU, 20 MEI 2026 | 09:39 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Langkah Presiden Prabowo Subianto yang akan langsung menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 mendapat sorotan dari Komisi XI DPR RI.

Pasalnya, agenda awal pembahasan APBN selama ini umumnya disampaikan oleh Menteri Keuangan atas nama presiden. Kehadiran langsung kepala negara dinilai menjadi tradisi baru dalam pembahasan fiskal nasional.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhammad Misbakhun, menyebut langkah tersebut sebagai perubahan baru dalam praktik ketatanegaraan.


“Kalau hari ini dibacakan langsung oleh Bapak Presiden, itu menjadi sebuah tradisi baru memang,” kata Misbakhun di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Menurutnya, keputusan presiden turun langsung menunjukkan keseriusan pemerintah terhadap arah kebijakan APBN sejak tahap awal penyusunan.

“Saya melihat ada concern yang serius dari Bapak Presiden bahwa APBN sejak awal menjadi policy yang sungguh-sungguh untuk disampaikan kepada masyarakat luas dan dilakukan secara langsung oleh Bapak Presiden,” ujarnya.

Misbakhun menegaskan, langkah tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan pelemahan rupiah maupun tekanan di pasar modal. Ia menilai KEM-PPKF merupakan kerangka besar ekonomi nasional yang strategis sehingga layak disampaikan langsung oleh kepala negara.

“Tentunya masyarakat akan menunggu dan ini akan menjadi sebuah tradisi baru dalam ketatanegaraan kita,” katanya.

Senada, Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menilai kehadiran langsung presiden dalam penyampaian KEM-PPKF menjadi sinyal kuat pemerintah kepada publik dan pelaku pasar.

“Justru karena penuh ketidakpastian ini, kehadiran presiden bisa memberikan kepastian kepada market bahwa kebijakan pemerintah *on the right track*,” ujar Kamrussamad.

Prabowo dijadwalkan menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Rabu, 20 Mei 2026 pukul 10.00 WIB.

Dalam rapat tersebut, pemerintah akan menyampaikan KEM-PPKF RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Selain itu, Badan Legislasi DPR RI juga akan melaporkan hasil evaluasi perubahan kedua Program Legislasi Nasional (Prolegnas) RUU Prioritas Tahun 2026.

Agenda lainnya yakni pengumuman pendapat fraksi-fraksi terhadap Rancangan Undang-Undang usul inisiatif Komisi III DPR RI tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang dilanjutkan dengan pengambilan keputusan menjadi RUU usul DPR RI.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya