Berita

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin (Jas Cream) (Tangkapan layar dari YouTube DPR)

Pertahanan

Menhan Ungkap ISF Bentukan AS Mandek Imbas Memanasnya Perang Iran

SELASA, 19 MEI 2026 | 13:04 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan perkembangan Board of Peace (BoP) dan International Stabilization Force (ISF) bentukan Presiden Amerika Serikat saat ini mengalami kondisi “left behind” atau tertunda akibat tingginya intensitas konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Pernyataan itu disampaikan Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Sjafrie, eskalasi geopolitik di Timur Tengah membuat implementasi kedua inisiatif tersebut hingga kini belum dapat dijalankan.


“Dinamika yang sekarang timbul karena masih terjadinya intensitas konflik antara Amerika dan Iran yang sangat tinggi sehingga BoP cenderung left behind. Nah, karena BoP left behind, ISF juga left behind,” ujar Sjafrie.

Ia menjelaskan, sebelumnya Presiden Amerika Serikat membentuk ISF atau International Stabilization Force dan Indonesia termasuk salah satu negara yang dilibatkan dalam inisiatif tersebut.

“Presiden Amerika Serikat membentuk yang namanya ISF, International Stabilization Force dan Indonesia masuk di dalamnya,” katanya.

Meski implementasi ISF belum berjalan, Sjafrie memastikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah melakukan berbagai persiapan guna mendukung kebutuhan geostrategi dan geopolitik apabila program itu mulai dijalankan.

“Panglima TNI sudah menyiapkan brigade-brigade composite untuk geostrategi dan geopolitik dari inisiatif Presiden Amerika Serikat,” tuturnya.

Namun hingga kini, pemerintah Indonesia disebut belum menerima arahan resmi terkait pelaksanaan operasional ISF.

“Belum mendapatkan arahan implementasi, maka sampai dengan saat ini ISF kita masih standby, kita belum melakukan temu,” ungkap Sjafrie.

Ia menegaskan, meski disiapkan untuk misi perdamaian internasional, satuan TNI yang telah dibentuk tetap diberdayakan guna memperkuat sistem pertahanan nasional di dalam negeri.

“Tidak ada idle capacity bagi TNI. Walaupun dia disiapkan untuk kepentingan tugas-tugas perdamaian, tapi di dalam negeri dia dipersiapkan untuk tetap memperkuat center of gravity terhadap perkembangan sistem pertahanan negara di Indonesia,” pungkasnya.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Virus Hanta, Politik Ketakutan, dan Bayang-Bayang Bisnis Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:22

Bocah di Tapteng Diduga Dipukuli Ayahnya Gegara Telat Pulang

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:00

Jokowi dan Relawan Bersiap Blusukan

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:42

DPRD DKI Geber Ranperda RPPLH dan Pembangunan Keluarga

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:19

MUI: Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla Bentuk Ketakutan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:04

Evaluasi Otsus Papua!

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:47

Arinal Djunaidi Ajukan Praperadilan ke PN Tanjungkarang

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:11

Beruang Liar Serang Petani Sawit di Musi Rawas

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:08

Pramono Klaim Arena Ring Tinju Bikin Tawuran Turun Drastis

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:26

Tiket Kereta Daop 2 Bandung Laris Manis Selama Libur Panjang

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:15

Selengkapnya