Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Turun Tipis Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

SELASA, 19 MEI 2026 | 09:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia sedikit turun pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2025, menyusul keputusan Presiden Amerika Serikat (AS)  Donald Trump untuk menunda rencana serangan militer terhadap Iran. 

Dikutip dari CNBC International, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun lebih dari 2 persen ke level sekitar 109,15 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,27 persen menjadi sekitar 107,28 Dolar AS per barel.

Trump dalam keputusan terbarunya  menyatakan bahwa dirinya menunda serangan terjadwal terhadap Iran usai menerima permintaan dari para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Negara-negara Teluk tersebut disebut meminta Washington menahan aksi militer demi menghindari eskalasi konflik yang lebih besar di kawasan.


Sebelumnya, pasar sempat khawatir ketegangan antara AS dan Iran akan meningkat dan mengganggu distribusi minyak dunia, terutama melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur penting pengiriman energi global. Kekhawatiran itu sempat mendorong harga minyak naik tajam dalam beberapa hari terakhir.

Trump juga mengatakan bahwa pemerintah AS masih membuka ruang diskusi dengan Iran. Dalam pernyataannya di Gedung Putih, ia menyebut penundaan serangan dilakukan sementara waktu sambil melihat perkembangan pembicaraan yang sedang berlangsung.

“Saya menundanya untuk sementara waktu, mudah-mudahan mungkin selamanya, tetapi mungkin untuk sementara waktu,” kata Trump.

Sebelumnya Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan aksi militer setelah proposal terbaru Iran dalam pembicaraan konflik dinilai belum memenuhi harapan Washington. 

Di sisi lain, analis dari ING Group menilai pasar minyak masih memperhitungkan risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah. Mereka mencatat sebagian aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mulai kembali berjalan, termasuk pengiriman minyak Irak menuju Vietnam, meski volumenya masih jauh di bawah kondisi normal

Menurut ING, pasar minyak saat ini masih sangat bergantung pada cadangan minyak dan pasokan alternatif untuk menjaga kestabilan pasokan global. Mereka juga memperingatkan bahwa situasi dapat berubah cepat apabila ketegangan geopolitik kembali meningkat.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

DPR Minta Pengusaha Klub Malam Jangan Beri Ruang Peredaran Narkoba

Selasa, 09 Juni 2026 | 02:09

Telkom Bersama KIP Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:45

Buku ‘Presiden Solusi’ Ulas Rekam Jejak Transformasi Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:20

Ratifikasi ILO C188 Jangan Ulangi Kesalahan Implementasi MLC 2006

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:01

Miris! Purbaya Belum Siapkan Insentif buat Pedagang Tahu Tempe

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:42

Keanu Bantah Terima Duit Penipuan Jemaah Umrah Hanania

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:16

Ketum PPP Mardiono Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Pemalsuan Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:12

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Bupati Muara Enim Dkk Langsung Digiring ke KPK Usai Terjaring OTT

Senin, 08 Juni 2026 | 23:45

Segel Gerai Tiffany & Co Dibuka Usai Sepakat Bayar Denda Rp97,49 M

Senin, 08 Juni 2026 | 23:16

Selengkapnya