Berita

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid. (Foto: Istimewa)

Politik

Habib Syakur Kritik Elite Politik: Demokrasi Jangan Dijadikan Arena Gaduh

SENIN, 18 MEI 2026 | 10:20 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Berbagai isu politik yang dinilai menghambat tata kelola dan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diharapkan menjadi perhatian serius agar tidak terus berlarut.

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid, menilai kondisi politik saat ini mulai menunjukkan arah yang tidak sehat bagi masa depan demokrasi.

Menurutnya, para elite politik dan organisasi kemasyarakatan yang sibuk saling menyerang serta menebar narasi perpecahan telah melupakan substansi demokrasi itu sendiri.


“Sudahlah, berhenti bikin gaduh. Demokrasi bukan arena gladiator,” ujar Habib Syakur kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin, 18 Mei 2026.

Sebagai contoh, ia menyoroti ketegangan antara politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, dengan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.

Habib Syakur menilai polemik tersebut menjadi bukti bahwa demokrasi sedang diarahkan ke situasi yang tidak sehat. Alih-alih memperkuat sistem politik, yang terjadi justru penurunan kepercayaan publik.

“Ini bukan demokrasi sehat, tapi demokrasi yang dipaksa sakit,” tuturnya.

Di sisi lain, Habib Syakur juga mengingatkan Presiden Prabowo agar menghindari pernyataan kontroversial di tengah situasi nasional yang dinilai rentan terhadap isu adu domba dari kekuatan luar.

“Rupiah sudah terjun bebas di atas Rp17.000 per dolar. Jangan bilang masyarakat desa tidak pakai dolar. Pupuk itu bahan bakunya impor, dibeli pakai dolar. Kalau pupuk mahal, ketahanan pangan bisa jebol,” ucapnya.

Lebih lanjut, Habib Syakur menegaskan komitmen GNK untuk terus mendukung demokrasi yang sehat dan kondusif.

“Kami siap mendoakan dan mendukung pembangunan Indonesia. Demokrasi tidak boleh kalah oleh kebisingan politik,” pungkasnya.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya