Berita

Anies Baswedan menghadiri acara tasyakuran milad ke-84 Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. (Foto: FB Anies Baswedan)

Politik

Pujian Anies ke JK Benamkan Ade Armando Cs

SENIN, 18 MEI 2026 | 04:20 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara tasyakuran milad ke-84 Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK). Dalam kesempatan itu, Anies memuji setinggi langit JK sebagai teladan bangsa yang punya kontribusi besar dalam perdamaian di Indonesia.

Padahal, JK sedang ada persoalan dengan Ade Armando, Grace Natalie, Abu Janda, dan lain-lain. 

"Tanpa menyinggung itu, pujian Anies terhadap JK, secara tidak langsung membenamkan mereka," kata Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, dikutip Senin 18 Mei 2026.


Anies mengatakan ada sidik jari JK dalam perdamaian di Ambon, Poso, dan Aceh. Tuduhan penistaan agama terhadap JK sama sekali keliru, salah alamat, dan sekaligus salah kaprah.

"Sehebat itukah JK di mata Anies Baswedan? Iya," kata Erizal. 

Tapi, bagi yang lain, tentu saja ada yang menilai, tidak. Pujian setinggi langit itulah dulu yang mengakibatkan JK dan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY pecah kongsi.

"Masak tak ada peran SBY di Aceh sebagai Presiden?" kata Erizal.

Anies memang orangnya JK sejak dulu. Pengalaman Anies mengikuti JK, itulah yang dikatakan bahwa JK itu nonstop, selalu berpikir, berkarya, selalu ada yang digagasnya setiap saat.

Apakah Anies lupa bahwa kehebatan JK dalam politik tidak sendirian? JK menjadi Wapres Pilpres 2004, karena mendampingi SBY. Jadi Wapres pada Pilpres 2014, karena mendampingi Jokowi. 

"JK sendirian, didampingi Wiranto, terbukti kalah telak," kata Erizal.

Anies agaknya tidak lagi menghitung itu. Pilpres 2029 pun, kalau akan maju lagi, Anies masih akan berharap dorongan JK, bukan yang lain. 

"JK adalah contoh pemimpin yang layak diteladani generasi muda, menurut Anies," pungkas Erizal.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Ramos-Horta Puji Toleransi dan Ketangguhan Rakyat Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:17

Polisi Konfirmasi Korban Tewas saat Demo DPR Seorang Pedagang Cermin

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:10

Aturan Turunan UU DKJ Harus Rampung Sebelum Keppres IKN Terbit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:09

Astra Sudah Jangkau 35.726 Warga Lewat 7 Posko Gempa NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:04

Penanganan Karhutla di Riau Jadi Contoh yang Baik

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:01

Budi Arie Pasang Badan Cuci Nama Jokowi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 22:00

Peluncuran Wajah Baru RS Tria Dipa, Hadirkan Teknologi Medis Teranyar

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:57

BI: Daripada Kredit, Mayoritas Bank Parkir Likuiditas di Surat Berharga

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

LPJ Diterima, Gus Yahya Akui Tak Sempurna Pimpin PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51

Pengusutan Dugaan Korupsi di Pemkab Bogor Merembet ke Dinas Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya