Berita

Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh. (Foto: YouTube Setkab)

Politik

BPKP Didesak Buka Hasil Pemeriksaan Orang Dekat Prabowo

MINGGU, 17 MEI 2026 | 18:35 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) didesak untuk tidak bermain aman dalam menindaklanjuti arahan tegas Presiden Prabowo Subianto.

Transparansi hasil pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang dianggap dekat dengan lingkaran kekuasaan dinilai krusial untuk membuktikan pidato Presiden Prabowo bukan sekadar retorika politik.

Desakan itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menanggapi sinyal hijau yang diberikan Kepala Negara kepada lembaga pengawas eksternal pemerintah tersebut.


"Tentunya secara adab dan etika kepala BPKP sudah menjalankan dan menyampaikan kepada pimpinannya," ujar Hari Purwanto kepada RMOL, Minggu, 17 Mei 2026.

Namun demikian, Hari mengingatkan bahwa publik tidak boleh hanya disuguhi pidato normatif tanpa kejelasan hasil kerja konkret dari BPKP. Lembaga ini ditantang untuk berani membuka kepada masyarakat sejauh mana pemeriksaan telah dilakukan.

"Jika secara terbuka Presiden menyampaikan pidatonya di muka umum dan secara terang-terangan mempersilakan BPKP melakukan pemeriksaan orang-orang dianggap dekat dengan dirinya, maka BPKP perlu membuka kepada publik perihal hasil pemeriksaannya," terang Hari.

Menurut Hari, keterbukaan ini sangat penting agar publik dapat mengukur keseriusan negara dalam menegakkan prinsip pengawasan yang objektif dan bebas intervensi.

"Agar efek pidato Presiden yang secara terbuka ini juga terbukti dan terukur atas kinerja yang dilakukan BPKP," tegasnya.

Sebaliknya, apabila BPKP justru terlihat ragu atau ewuh pakewuh menyentuh lingkaran dalam istana, maka lembaga tersebut dinilai gagal menjawab tantangan membersihkan birokrasi.

“Jangan malah sebaliknya, kalau BPKP ragu mending mundur aja," pungkas Hari.

Presiden Prabowo sebelumnya memberi ruang kepada BPKP untuk tetap memeriksa pejabat yang diduga melakukan penyelewengan, termasuk pejabat di lingkaran Istana.

Hal itu ia tegaskan setelah membocorkan percakapan dengan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh yang meminta petunjuk untuk melakukan pemeriksaan pejabat-pejabat di lingkaran Prabowo.

"Dia minta petunjuk, apa boleh diteruskan enggak pemeriksaan? Karena dia tahu ini dekat sama Presiden. Mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya, enggak ada urusan. Kalau ada indikasi, terus periksa," tegas Prabowo.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya