Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Tegaskan Good Neighbor Policy Redam Gejolak Natuna

MINGGU, 17 MEI 2026 | 15:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa meredanya ketegangan di Natuna, merupakan buah dari penerapan politik luar negeri Indonesia yang berlandaskan prinsip hubungan bertetangga yang baik dengan seluruh negara di sekitar Indonesia.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026. 

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan sejak awal pemerintahannya ia telah mencanangkan arah diplomasi Indonesia untuk memperkuat persahabatan regional melalui pendekatan good neighbor policy.


“Saya canangkan begitu saya jadi Presiden, politik luar negeri Indonesia adalah politik bebas aktif, nonblok, dan Indonesia ingin menjadi tetangga yang baik, we want to be the good neighbor, and our policy is the good neighbor policy. Jadi, saya perbaiki hubungan sama Singapura, perjanjian-perjanjian yang belasan tahun tidak diselesaikan, kita selesaikan,” ujar Prabowo.

Prabowo menambahkan, pendekatan serupa juga dijalankan terhadap negara-negara lain di kawasan, mulai dari Vietnam, Tiongkok, Malaysia, hingga Papua Nugini dan Australia. 

Menurutnya, langkah diplomasi yang konsisten telah memberi dampak nyata terhadap menurunnya friksi di sejumlah wilayah strategis, termasuk Natuna.

“Dengan Vietnam kita selesaikan. Sama Tiongkok, kita perbaiki. Alhamdulillah, sekarang di Natuna tidak sering terjadi ribut. Sama Malaysia, saya berusaha. Insyaallah kita selesaikan dengan baik, sama PNG kita baik, sama Australia kita baik, semua tetangga, sama Thailand kita baik,” tegasnya.

Lebih jauh, Prabowo menyebut fondasi pemikiran politik luar negeri tersebut sejatinya banyak dipengaruhi oleh ajaran para pendiri bangsa, terutama Bung Karno. 

Ia menolak pandangan yang membatasi warisan pemikiran proklamator hanya pada kelompok tertentu, karena menurutnya tokoh-tokoh bangsa adalah milik seluruh rakyat Indonesia.

“Jadi, di situ kehebatan kita, kalau kita mau maju. Jadi, kita ambil kekuatan dari semua pihak. Itu dahsyat Indonesia. Makanya, banyak kawasan sering perang. Indonesia, bebas aktif, 1.000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kita hormati semua,” pungkas Prabowo.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya