Berita

KH Imam Jazuli (tengah). (Foto: Dokumentasi Panitia PMKNU)

Nusantara

KH Imam Jazuli:

Pesantren Harus Jadi Pusat Gagasan, Riset dan Inovasi

MINGGU, 17 MEI 2026 | 06:55 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Budaya riset dan inovasi dinilai perlu menjadi perhatian serius di lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU) agar mampu menjawab tantangan zaman yang bergerak cepat. 

Penguatan tradisi berpikir kritis dianggap penting untuk melahirkan generasi yang adaptif terhadap perubahan sosial, ekonomi, hingga perkembangan teknologi.

Hal itu disampaikan intelektual NU KH Imam Jazuli dalam Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) di Cirebon, Sabtu, 16 Mei 2026.  


Menurut dia, pesantren selama ini memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan tradisi keilmuan. Namun, ke depan pesantren juga dituntut mampu menjadi ruang lahirnya gagasan dan inovasi.

“Pesantren jangan hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga harus mulai menjadi pusat lahirnya gagasan, riset, dan inovasi,” kata Kiai Imam dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026.

Ia menilai kader muda NU perlu dibiasakan memiliki pola pikir yang lebih terbuka, kritis, serta mampu membaca perubahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Tantangan masa depan, kata dia, membutuhkan generasi yang bukan hanya memahami teks keagamaan, tetapi juga mampu memahami konteks perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.

“NU memiliki sumber daya besar. Tinggal bagaimana kita membangun kultur belajar, diskusi, riset, dan inovasi yang lebih kuat di lingkungan pesantren maupun organisasi,” ujarnya.

Dalam forum PMKNU itu, peserta juga didorong membangun pola pikir problem solving dan system thinking agar dapat melihat persoalan masyarakat secara lebih komprehensif.

Kegiatan PMKNU sendiri menjadi bagian dari proses kaderisasi kepemimpinan NU yang tak hanya membahas wawasan ke-NU-an, tetapi juga mengangkat isu-isu aktual, mulai dari transformasi digital, pendidikan, ekonomi umat, media sosial, hingga tantangan generasi muda di era teknologi dan algoritma.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah turut menyoroti pentingnya transformasi pesantren agar tetap relevan menghadapi perubahan zaman.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Febrie Adriansyah Resmi Ajukan Gugatan Praperadilan ke PN Jaksel

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:27

Menko Polkam: Aktivitas Masyarakat Tetap Normal, Pasar dan Mal Ramai

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:26

Gelombang Reshuffle Berlanjut, Zelensky Pecat Dubes Ukraina untuk AS

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:22

Harga Garam Brebes Anjlok saat Panen Raya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:16

Kelakuan SPPG di Ketapang: Rumah Wartawan Dikepung, Istrinya Diintimidasi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:02

Situasi di Dalam Negeri Sangat-sangat Mantap

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:52

Laba Tergerus, Saham Lufthansa Anjlok 8 Persen

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:51

Kepemilikan Aset Tak Wajar Jadi Indikator Awal Pencucian Uang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:40

Api Membakar Lahan, Seorang Ayah Tak Pernah Pulang

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:31

Koperasi Merah Putih Dinilai Jadi Penentu Implementasi Pasal 33 UUD 1945

Rabu, 05 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya