Berita

Kepala KSP Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman bersama para ekonom dan dosen. (Foto: Dokumentasi Nusantara Centre)

Bisnis

Teruskan Perjuangan Soemitro Djojohadikusumo

KSP Terima Naskah Akademik RUU Perekonomian Nasional

MINGGU, 17 MEI 2026 | 04:14 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Para ekonom dan dosen yang dipimpin oleh Yudhie Haryono melakukan kunjungan ilmiah ke Kantor Staf Kepresidenan untuk menyerahkan naskah akademik dan RUU Perekonomian nasional (PN). 

Kunjungan tersebut mendapat sambutan yang baik dari Kepala KSP Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman. 
 
"Kami menyambut baik niat presiden dan teman-teman ekonom Pancasila untuk merealisasikan mimpi para pendiri republik, meneguhkan arsitektur sistem ekopol Pancasila," ucap Dudung dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2026.


RUUPN merupakan hasil rangkaian forum diskusi kelompok terarah (FGD) yang diselenggarakan Nusantara Centre bersama berbagai kalangan akademisi, ekonom, dan pemikir kebangsaan. 

Penyusunan draft ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut gagasan ekonomi nasional yang diminta Presiden Prabowo Subianto melalui tim ekonomi yang dipimpin Burhanuddin Abdullah.

Dalam kesempatan tersebut, ekonom muda Agus Rizal memaparkan pokok-pokok utama RUUPN di hadapan Kepala Staf Kepresidenan. 

Paparan tersebut menekankan pentingnya arah pembangunan ekonomi nasional yang berbasis pada kemandirian ekonomi, industrialisasi nasional, penguatan ekonomi rakyat, serta penguatan kedaulatan bangsa di tengah dinamika global.

“Secara substansi, RUUPN dibangun di atas empat karakter ekonomi-politik nasional yang disebut sebagai Pilar 4M, yakni Merdeka, Mandiri, Martabat, dan Modern. Konsep Merdeka menempatkan kepentingan negara dan bangsa sebagai orientasi utama pembangunan ekonomi,” ujar Agus Rizal. 

“Mandiri berfokus pada solusi terhadap kemiskinan dan penguatan kemampuan nasional. Martabatif menekankan distribusi ekonomi yang adil dan bermartabat, sedangkan Modern memosisikan rakyat sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar objek pasar,” tambahnya. 

Selain itu, lanjut dia, RUUPN juga merumuskan empat prinsip etis negara, yaitu negara sebagai Custodian atau pelindung rakyat, Demiurge sebagai produsen dan penggerak ekonomi, Husbandry sebagai pemelihara keberlanjutan, serta Midwife atau bidan yang membantu lahirnya kekuatan ekonomi rakyat.

“Tim Nusantara Centre menilai bahwa arah besar RUUPN memiliki keterhubungan kuat dengan gagasan dan cita-cita ekonomi Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam upaya membangun kedaulatan nasional, memperkuat industrialisasi, mewujudkan swasembada pangan dan energi, serta membangun ekonomi yang berpihak kepada rakyat kecil,” jelasnya. 

Pemikiran tersebut juga dipandang sejalan dengan warisan pemikiran ekonomi Pancasila dari Soemitro Djojohadikusumo yang menempatkan negara sebagai instrumen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial, dan kepentingan nasional.

Selain membahas RUUPN, pertemuan juga membicarakan peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan, sebuah tafsir kontemporer atas pemikiran ekonomi Pancasila dari Soemitro Djojohadikusumo, tokoh ekonomi nasional sekaligus ayah kandung Presiden Prabowo Subianto.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ijazah Gibran Jadi Bom Waktu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 02:03

Danantara Gelontorkan Rp4,4 Triliun untuk Masuk Bisnis Migas AS

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:31

PIP dan KIP Kuliah Tak Boleh Lagi Salah Sasaran

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:21

Jangan Korbankan Konektivitas Antar Pulau Gegara Kebijakan Panik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 01:09

Inilah Beda FIFA ASEAN Cup dan Piala AFF

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:34

Ahmad Doli Soroti Dugaan Bullying Bocah SD di Pemalang: Mukanya Lucu-lucu, tapi Berstatus Pembunuh

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:21

Gibran Tak Punya Ijazah SMA, Said Didu: Pemakzulan Bisa Lewat Proses Politik

Rabu, 07 Oktober 2026 | 00:04

Danantara Penetrasi ke Ekosistem Aviasi Timur Tengah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:43

34 JPU Disiapkan Hadapi Sidang TPPU Febrie Adriansyah

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:20

Juara Setelah 35 Tahun Menunggu

Selasa, 06 Oktober 2026 | 23:01

Selengkapnya