Berita

Presiden Prabowo Subianto di Pulau Miangas, Sulawesi Utara pada Sabtu, 9 Mei 2026 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Bisnis

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

MINGGU, 17 MEI 2026 | 00:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pelemahan nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dolar AS juga akan dirasakan oleh masyarakat desa.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira merespon pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut warga desa tidak memakai dolar.

Bhima mengatakan pelemahan kurs Rupiah yang kini sudah menembus Rp17.600 per Dolar AS tidak bisa dianggap sepele karena efeknya akan menjalar hingga ke biaya hidup masyarakat pedesaan.


“Itu Prabowo kayaknya perlu dibriefing soal ekonomi 101 ya, ekonomi 101 tuh, atau pendahuluan ekonomi. Jangan dikira pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar, yang Rp17.600 itu, itu tidak akan menjalar ke biaya hidup yang naik di level desa,” tegas Bhima kepada RMOL di Jakarta pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Menurut dia, kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dibanding krisis 1998 karena sudah semakin terhubung dengan sistem ekonomi global. Dampaknya, gejolak nilai tukar akan lebih cepat terasa pada harga energi dan kebutuhan sehari-hari.

"Indonesia ini kan makin terintegrasi ke dalam sistem ekonomi global dibandingkan tahun 98 dong. Kalau tahun 98 pada saat terjadi krisis harga minyak tanah naiknya tajam, orang bisa beralih ke kayu bakar. Tapi sekarang kayu bakarnya dari mana? Maka transmisi dari krisis energi global dan pelemahan nilai tukar rupiah ini adalah efek yang mematikan bagi LPG dan harga-harga kebutuhan pokok,” jelasnya.

Lanjut dia, kondisi tersebut tidak akan mereda jika pemerintah hanya mengandalkan subsidi BBM dan LPG. 

Bhima juga menyoroti banyaknya barang yang digunakan masyarakat desa masih memiliki keterkaitan dengan impor, mulai dari barang elektronik hingga kebutuhan pertanian.

“Emangnya orang desa nggak pakai barang-barang impor? Mulai dari handphonenya, mulai dari kendaraan bermotornya, komponen elektroniknya, mesin cucinya, itu semua akan terpengaruh. Pupuknya pun juga akan terpengaruh, harga pupuk yang ada di sentra-sentra pertanian kalau rupiahnya makin lama makin melemah,” tuturnya.

Ia menilai tekanan terhadap masyarakat desa hanya tinggal menunggu waktu karena kenaikan harga perlahan akan memukul daya beli warga.

“Nah itu semua tinggal menunggu waktu aja gitu ya, sampai harga-harganya nanti akan menekan masyarakat di pedesaan,” sambungnya.

Selain itu, Bhima mengingatkan risiko pelemahan Rupiah terhadap gelombang PHK di perkotaan. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menambah beban ekonomi desa ketika para korban PHK kembali ke kampung halaman tanpa pekerjaan.

“Dan jangan salah juga, kalau Rupiahnya terus melemah terhadap Dolar, PHK massal, desa itu akan dibanjiri oleh mereka yang jadi korban PHK di perkotaan. Kembali lagi ke desa, tapi dalam posisi tidak bekerja, tidak berpenghasilan. Karena akan jadi beban desa,” pungkasnya.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya