Berita

Fathan Fuadi (kanan) dan Jerry Dabby (tengah) di Pelataran Asrama IMM Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu malam, 16 Mei 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Nobar Film Pesta Babi

Aktivis IMM: Kekerasan di Papua Sejatinya Pesta Oligarki!

MINGGU, 17 MEI 2026 | 00:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Diskusi publik usai nonton bareng film dokumenter Pesta Babi diwarnai kritik terhadap proyek strategis negara (PSN) dan alih fungsi lahan di Papua yang dinilai berdampak terhadap masyarakat adat setempat.

Aktivis IMM Ciputat, Farhan Fuadi, menilai pembukaan lahan di Papua kerap mengatasnamakan kepentingan rakyat, namun justru memunculkan persoalan baru bagi masyarakat lokal. 

“Tadi kan kita sudah nonton film dokumenter Pesta Babi. Kalau pertanyaannya tadi pembukaan lahan di Papua itu pemerintah selalu mengatasnamakan rakyat, lalu rakyat yang mana? Ya tadi itu, di akhir film ini kan ada scene pesta babi, ya menurut saya itu adalah pesta oligarki,” tegas Farhan di Pelataran Asrama IMM Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu malam, 16 Mei 2026.


Sebab, kata Farhan, dalam film dokumenter Pesta Babi terpotret serius betapa kejahatan lingkungan yang terjadi akibat kongsi-kongsi antara pemegang kebijakan dengan para oligarki. 

“Karena secara kasat mata kekerasan dan penindasan terjadi di sana. Kita harus sadar dan fahami bersama bahwa Papua bukan tanah kosong! Terima kasih,” pungkas Farhan.

Sementara itu, Aktivis Papua, Jerry Dabby, menyoroti dampak alih fungsi lahan terhadap kehidupan masyarakat Papua, terutama terkait ketahanan pangan lokal. Menurutnya, alih fungsi lahan itu jelas merusak tatanan pangan lokal. 

Lebih jauh daripada itu, penindasan yang terjadi di Papua yang berlangsung sejak dulu itu melukai rakyat Papua. 

“Melalui film ini, ya setidaknya membuka mata kita yang berada di Ciputat dan Jakarta ini bahwa pemerintah kita sebajingan itu. Tapi, kalau pertanyaannya buat rakyat yang mana proyek PSN ini, ya bukan buat rakyat Papua!” tandas Jerry.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya