Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Sekretariat Presiden)

Politik

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

SABTU, 16 MEI 2026 | 16:06 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto menanggapi santai soal pelemahan nilai tukar Rupiah yang kini berada di kisaran Rp17.600 per Dolar AS.

Presiden Prabowo menyinggung pihak yang kerap menyebut ekonomi Indonesia akan ambruk, karena Rupiah terus melemah.

"Jadi saya yakin sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar Indonesia akan collapse akan keos akan apa, ya kan?” kata Prabowo dalam peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu, 16 Mei 2026.


Menurut Prabowo, pelemahan kurs tersebut tidak terlalu berdampak langsung terhadap masyarakat desa karena mereka tidak menggunakan Dolar.

"Rupiah begini Dolar begini, orang rakyat di desa nggak pake Dolar kok, pangan aman energi, banyak negara panik Indonesia masih oke," tuturnya.

Ia menilai Indonesia masih memiliki kekuatan besar karena didukung sumber daya alam yang melimpah. Namun Prabowo mengingatkan para elite dan pemimpin agar tetap berpihak kepada kepentingan bangsa dan rakyat.

“Kita banyak kita banyak yang diberikan oleh yang maha kuasa, tapi para unsur pimpinan yang harus setia kepada NKRI bukan rakyat. Rakyat pasti setia nggak ada pilihan,” ujarnya.

Prabowo kemudian menyinggung adanya pihak-pihak yang kerap meneriakkan nasionalisme, tetapi dinilai tidak menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat ketika memegang kekuasaan.

“Ini banyak unsur pimpinan teriak-teriak NKRI tapi gajelas begitu punya kekuasaan tidak berpihak kepada bangsa sendiri, tidak berpihak kepada rakyat Indonesia,” tandasnya.

Untuk diketahui, nilai tukar Rupiah sempat anjlok ke level terendah sepanjang sejarah di Rp17.614 per Dolar AS pada perdagangan Jumat 15 Mei 2026, sebelum kembali ke level Rp17.596 per Dolar AS pada Jumat sore.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya