Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Saham Cerebras Ambruk 10 Persen Sehari Setelah IPO Meledak

SABTU, 16 MEI 2026 | 10:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham perusahaan chip kecerdasan buatan (AI) Cerebras Systems anjlok sekitar 10 persen pada perdagangan Jumat, 15 Mei 2026, hanya sehari setelah debutnya di bursa saham melonjak lebih dari 68 persen. 

Dikutip dari Yahoo Finance, pada perdagangan Kamis sebelumnya, saham Cerebras yang menggunakan kode ticker CBRS ditutup di level 311,07 Dolar AS per saham, setelah sempat menyentuh harga tertinggi intraday di 385 Dolar AS. Namun sehari kemudian, sahamnya langsung terkoreksi cukup dalam.

Saham Cerebras sebenarnya memulai debut yang sangat kuat. Harga pembukaan mencapai 350 Dolar AS per saham, hampir dua kali lipat dari harga IPO yang dipatok di 185 Dolar AS per saham. Lonjakan itu membuat kapitalisasi pasar perusahaan mendekati 70 miliar Dolar AS.


Jika menghitung seluruh saham terdilusi penuh, termasuk opsi saham dan waran, valuasi perusahaan bahkan diperkirakan mendekati 86 miliar Dolar AS berdasarkan data Bloomberg.

IPO Cerebras menjadi sorotan besar di pasar karena perusahaan ini dianggap sebagai salah satu penantang serius Nvidia di industri chip AI. Antusiasme investor terhadap saham teknologi AI juga masih sangat tinggi, meskipun saham Nvidia sendiri turun sekitar 4,4 persen dan indeks Nasdaq melemah 1,5 persen pada perdagangan yang sama.

Sebelum IPO, Cerebras awalnya menawarkan 30 juta saham dengan kisaran harga 150 Dolar AS hingga 160 Dolar AS per saham. Namun tingginya minat investor membuat perusahaan menaikkan kisaran harga penawaran. Bahkan, permintaan saham disebut lebih dari 20 kali lipat dibanding jumlah saham yang tersedia.

Di industri AI, Cerebras juga sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar seperti Amazon dan OpenAI. Awal tahun ini, OpenAI bahkan meluncurkan model AI pertamanya yang berjalan menggunakan chip buatan Cerebras.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya