Berita

Ilustrasi OJK. (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

SABTU, 16 MEI 2026 | 07:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kedekatan generasi muda dengan dunia investasi dan layanan keuangan digital kini semakin erat. 

Sayangnya, antusiasme yang tinggi ini kerap tidak dibarengi dengan pertimbangan yang matang. Akibatnya, banyak anak muda yang terjebak dalam pengambilan keputusan keuangan secara impulsif hanya demi mengikuti tren yang sedang viral.

Karakteristik melek teknologi dan adaptif terhadap hal baru memang melekat pada lini masa generasi sekarang. Namun, sisi lainnya, kecepatan arus informasi ini justru membuat mereka lebih rapuh terhadap keputusan finansial yang tidak terencana.


Asisten Direktur Grup Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah OJK, Asadulloh Sefnado, membenarkan bahwa kedekatan dengan teknologi membuat anak muda cepat mengikuti perkembangan tren. 

Di sisi lain, kondisi itu juga membuat mereka lebih rentan mengambil keputusan keuangan tanpa perencanaan yang matang.

“Pelajar dan mahasiswa cukup rentan terpengaruh arus informasi dan fenomena pengelolaan keuangan yang tidak bijaksana seperti YOLO, FOMO, dan FOPO,” ujar Sefnado dalam Focus Group Discussion (FGD) Road to ISF 2026, dikutip Sabtu 16 Mei 2026. 

Berdasarkan data OJK, Generasi Z mendominasi populasi Indonesia dengan jumlah mencapai 74,93 juta jiwa atau sekitar 27,94 persen. 

Meski dikenal kreatif dan fasih digital, kelompok usia ini sangat mudah disetir oleh gaya hidup dan tren media sosial. Lemahnya perencanaan finansial di tengah paparan digital ini dinilai OJK berpotensi memicu perilaku konsumtif serta keputusan investasi yang berisiko tinggi.

Banyak anak muda yang tergiur masuk ke pasar modal atau instrumen keuangan lainnya hanya karena terbuai iming-iming keuntungan instan. 

Tanpa perencanaan dan pemahaman risiko yang matang, para investor muda ini biasanya langsung panik saat pasar bergejolak. Alih-alih menanam modal secara sehat, aktivitas mereka justru bergeser menjadi spekulasi yang berbahaya.

OJK mengingatkan bahwa anak muda juga menjadi sasaran empuk berbagai modus penipuan digital, seperti investasi bodong, phishing, pinjaman online fiktif, hingga penipuan di media sosial.

Melihat besarnya risiko tersebut, OJK menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan bagi pelajar dan mahasiswa sudah tidak bisa ditawar lagi. 

Pendalaman pemahaman ini krusial agar generasi muda mampu mengelola keuangan dan berinvestasi secara bijak, bukan sekadar ikut-ikutan tanpa arah.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya