Berita

Syekh Ahmad Al Misry. (Foto: Istimewa)

Publika

Infonya Si Predator Anak Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap Polisi Mesir

SABTU, 16 MEI 2026 | 05:06 WIB

AKHIRNYA drama berjubah putih ini masuk babak paling memalukan. 

Infonya, si predator anak yang selama ini dikenal publik sebagai “Syekh Ahmad Al Misry” alias SAM sudah ditangkap polisi Mesir. Iya, polisi Mesir. 

Selama bertahun-tahun publik Indonesia dibuat mabuk oleh branding kelas premium Timur Tengah. 


Dia dikenal sebagai hafiz Quran, juri Hafiz Indonesia, pembawa akses beasiswa Al-Azhar, ustaz muda penuh senyum teduh yang kalau bicara seperti semua dosa cicilan hidup langsung lunas. 

Orang-orang berebut foto. Berebut salaman. Bahkan ada yang dengan bangga menitipkan anak buat belajar agama. Karena di negeri ini, gamis putih dan logat Arab kadang lebih sakti dari pemeriksaan latar belakang.

Eh ternyata? Plot twist-nya bikin jidat pengin ditempel ke dispenser.

Nama aslinya Ahmed Abdel Wakeel. Bukan syekh besar Mesir. Bukan ulama top. Sekarang malah jadi buronan kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santri laki-laki di Indonesia. 

Polri sampai mengajukan Interpol Red Notice. KBRI Kairo ikut sibuk mondar-mandir mengurus koordinasi. 

Polisi Mesir akhirnya menangkap dia. Tapi masalahnya belum selesai. Ini baru trailer menuju film birokrasi berdurasi tiga jam tanpa Koptagul.

Kenapa? Karena Indonesia dan Mesir tidak punya perjanjian ekstradisi. Proses membawa dia pulang tidak bisa langsung seperti pesan ojek online. 

Semuanya harus lewat kerja sama police-to-police sambil berharap kedua negara tidak lempar map berkas seperti pemain pingpong kantor. 

Yang bikin tambah ngeselin, kabarnya si Ahmad sedang mengurus pelepasan kewarganegaraan Indonesia supaya kembali jadi warga Mesir sepenuhnya. 

Kalau itu berhasil, proses hukumnya bisa makin panjang. Bisa-bisa korban sudah beranak-pinak duluan sebelum kasusnya selesai total.

Ini benar-benar masterpiece penipuan spiritual. Datang ke Indonesia, pakai jubah putih, bicara Arab dengan logat Mesir, tampil religius, lalu masyarakat langsung tunduk hormat. 

Di sini kadang verifikasi itu kalah penting dibanding vibes islami. Yang penting muka teduh, suara lembut, sesekali bilang “ikhwan fillah,” langsung dianggap manusia setengah malaikat.

Ironisnya, kita ini sering merasa paling religius sedunia. Sedikit-sedikit ceramah moral. Sedikit-sedikit debat surga-neraka. 

Tapi giliran ada “syekh impor” datang dengan kemasan mewah, logika mendadak hilang seperti janji politik habis pemilu. 

Tidak dicek benar tidaknya. Tidak diuji sanad ilmunya. Pokoknya asal Arab dan viral, langsung diperlakukan seperti tokoh suci.

Sekarang media sosial ramai penuh kemarahan. Semua merasa tertipu. Semua mendadak jadi ahli investigasi. Netizen Indonesia memang hebat. 

Kalau kasus sudah pecah, semua tiba-tiba punya insting FBI. “Saya dari dulu curiga.” Ya tentu, Bang. Curiganya keluar setelah polisi Mesir turun tangan.

Yang paling menyedihkan tentu dugaan adanya korban-korban santri yang membawa trauma panjang. 

Di balik panggung ceramah dan citra religius itu, ada luka yang mungkin tidak sembuh cuma dengan permintaan maaf dan video klarifikasi. 

Tapi beginilah negeri ini. Kadang kita terlalu sibuk memoles simbol agama sampai lupa menjaga akal sehat.

Tenang saja, siklus ini mungkin tidak berhenti. Besok lusa akan muncul lagi model baru. Lebih muda, lebih ganteng, lebih fasih Arabnya, lebih estetik TikTok-nya. 

Lalu masyarakat kembali terpesona. Karena Indonesia memang negeri ajaib. Gampang marah, gampang lupa, dan terlalu gampang percaya pada panggung kesalehan.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya