Berita

Truk bernomor polisi AE 8434 BA milik PT Kantor Pos Madiun terguling usai gagal menanjak di tanjakan Silayur (Foto: Istimewa)

Nusantara

Tanjakan Silayur Diawasi 24 Jam Pasca Insiden Truk Ekspedisi

JUMAT, 15 MEI 2026 | 22:53 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani insiden kecelakaan tunggal yang melibatkan truk ekspedisi di kawasan Tanjakan Silayur, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Rabu 13 Mei 2026

Respons cepat dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat, kelancaran arus lalu lintas, serta penanganan teknis di lokasi berjalan optimal.

Truk Hino Dutro bernomor polisi AE 8434 BA milik PT Kantor Pos Madiun tersebut diketahui mengalami gagal menanjak sekitar pukul 04.30 WIB saat melintas dari arah Surabaya menuju Boja. 


Kendaraan kemudian meluncur mundur hingga melewati median jalan dan berhenti di area sekitar SPBU Silayur. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut sekaligus memastikan bahwa Pemerintah Kota Semarang langsung melakukan langkah penanganan di lapangan.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Begitu menerima laporan, petugas gabungan langsung bergerak untuk melakukan pengamanan lokasi, pengaturan lalu lintas, dan penanganan kendaraan agar situasi segera kembali normal,” ujar Agustina dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat 15 Mei 2026. 

Agustina juga menginstruksikan Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk melakukan evaluasi menyeluruh bersama aparat kepolisian dan pihak terkait guna memperkuat upaya pencegahan kecelakaan di kawasan Silayur yang memiliki karakteristik tanjakan panjang dan kemiringan ekstrem.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, kendaraan diduga mengalami gagal menanjak akibat keterlambatan perpindahan transmisi oleh pengemudi. Petugas Penguji Kendaraan Bermotor (PKB) Dishub bersama kepolisian juga langsung melakukan pemeriksaan teknis dan uji KIR di lokasi kejadian untuk memastikan kondisi kendaraan secara menyeluruh.

“Truk tersebut bermuatan sekitar 4 ton sehingga masih sesuai ketentuan untuk melintas. Namun penguasaan kendaraan dan kesiapan teknis tetap menjadi faktor penting ketika melewati jalur dengan karakteristik seperti Silayur,” jelas Danang.

Sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam meningkatkan keselamatan, Pemerintah Kota Semarang kini tengah mematangkan pembangunan pos pemantauan permanen di kawasan Silayur. Pos ini nantinya akan dilengkapi sistem Early Warning System (EWS) dan pengawasan 24 jam untuk memperkuat kontrol terhadap kendaraan angkutan barang yang melintas.

Melalui pos tersebut, kendaraan angkutan akan menjalani pemeriksaan dokumen, status KIR, hingga pengecekan kondisi fisik kendaraan secara langsung sebelum melintasi jalur tanjakan. Langkah ini diharapkan dapat mempersempit potensi risiko kecelakaan, khususnya pada jam-jam rawan.

Selain penguatan pengawasan, Pemkot Semarang juga terus mendorong edukasi kepada perusahaan angkutan dan pengemudi terkait pentingnya kesiapan kendaraan, teknik berkendara di jalur ekstrem, serta disiplin keselamatan.

“Kami ingin memastikan bahwa upaya penanganan tidak berhenti pada respons insiden saja, tetapi juga menyentuh aspek pencegahan secara berkelanjutan. Keselamatan di Silayur membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, operator angkutan, hingga pengemudi,” tutup Danang.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya