Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat kunjungan kerja ke Belarus. (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

Dunia

Menko Airlangga Kunjungi Industri Utama dan Jajaki Potensi Perdagangan di Belarus

JUMAT, 15 MEI 2026 | 13:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia terus bergerak lincah menjajaki berbagai skema kerja sama internasional yang menguntungkan di tengah dinamisnya konjungtur geopolitik global.

Langkah konkret ditunjukkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto dengan mengoptimalkan negosiasi Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA) langsung dari jantung Belarus.

Tak sekadar membidik akses pasar ekspor, Menko Airlangga bergerak cepat memetakan produk dan teknologi industri strategis di Belarus yang krusial bagi kebutuhan domestik.


Langkah ini diwujudkan lewat kunjungan langsung ke tiga raksasa manufaktur alat berat, kendaraan komersial, dan mekanisasi pertanian di Minsk, Belarus didampingi Wakil Menteri Industri Belarus, Leonid Ryzkovsky.

Kunjungan ini merupakan rangkaian agenda Pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 RI–Belarus Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik. Adapun tiga korporasi raksasa yang disambangi adalah Minsk Tractor Works (MTZ), MAZ (Minsk Automobile Plant), dan BelAZ Holding Management Company.

Ketiganya merupakan tulang punggung industri Belarus yang mengantarkan negara tersebut mencapai tingkat swasembada pangan hingga 96 persen.

Penjajakan ini dinilai sangat sejalan dengan program Asta Cita untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui modernisasi sektor agraris. Saat menyambangi pabrik traktor MTZ, Menko Airlangga menjajaki teknologi mesin pertanian untuk mendukung proyek strategi nasional seperti food estate.

Pihak MTZ pun merespons positif dengan menawarkan kustomisasi alat berat serta komitmen transfer teknologi, yang pembicaraan awalnya sudah dimulai bersama Kadin Indonesia.

Sementara di pabrik otomotif MAZ, fokus pembicaraan mengarah pada potensi perakitan lokal (local assembly) untuk kendaraan komersial rendah emisi.

Tak kalah strategis, dalam lawatan ke BelAZ Holding Company, kedua pihak mengupas tuntas penguatan ekosistem pemeliharaan alat berat pertambangan, sekaligus membuka peluang rantai pasok ban kendaraan berat berbasis karet alam (natural rubber) asal Indonesia.

“Kami melihat perusahaan-perusahaan Belarus sangat berpengalaman dalam memproduksi alat berat. Ini berpotensi memperkuat industrialisasi, mekanisasi pertanian modern, serta pengembangan industri alat berat di Indonesia,” tegas Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 15 Mei 2026.

Dalam diskusi tersebut, mencuat pula wacana inovatif terkait pengembangan komoditas singkong menjadi etanol, hingga studi penggunaan baterai berbasis nikel untuk truk pertambangan guna meningkatkan efisiensi.

Mengingat Indonesia mengekspor sekitar 800 juta ton batu bara per tahun, pasokan dump truck yang efisien dan berkelanjutan menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditunda.

Menko Airlangga menyadari, selama ini kerja sama sempat terhambat karena minimnya informasi kebutuhan spesifik dari Indonesia. Guna mengatasi sumbatan komunikasi tersebut, kedua negara sepakat membentuk forum konsultasi reguler dan pemetaan kebutuhan bersama melibatkan pemerintah serta pelaku usaha.

Langkah taktis ini sekaligus menjadi karpet merah bagi persiapan rencana kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia dalam waktu dekat.

Turut mendampingi Menko Airlangga dalam kunjungan kerja tersebut antara lain Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Republik Belarus Jose Tavares, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta perwakilan dari Kadin dan Apindo.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya