Berita

(Foto: Dok. BSI)

Bisnis

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

KAMIS, 14 MEI 2026 | 16:13 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan Tabungan tertinggi di industri. 

Hal tersebut didorong tingginya antusias berhaji yang berdampak pada lonjakan nasabah Tabungan Haji hingga menembus 7,25 juta di mana 1,2 juta merupakan generasi muda (Millenial dan Gen-Z). 

Pertumbuhan Tabungan Haji mengantarkan BSI melanjutkan kinerja yang solid sejak merger, sekaligus menunjukkan bahwa dual licence—bank syariah dan bank emas sukses menumbuhkan customer base secara signifikan. 


Sejak merger 1 Februari 2021, nasabah BSI tumbuh 9,26 juta, dan khusus pada tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah nasabah bertambah 0,5 juta menjadi 23,7 juta. 

Peningkatan customer base selanjutnya mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18% (YOY), menjadi Rp376,8 triliun. Tak hanya tinggi, DPK BSI tumbuh pada segmen dana murah (CASA) di mana Giro naik 24,17% (YOY) menjadi Rp71,7 triliun dan Tabungan tumbuh 20,18% (YOY) menjadi Rp164,5 triliun. Total dana murah (CASA) tumbuh 21,36% (YOY) menjadi Rp236,2 triliun.

"Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji," kata Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo pada paparan kinerja Perseroan Triwulan I 2026 dikutip dalam keterangan tertulis, Kamis 14 Mei 2026.

BSI, kata dia, fokus pada penumbuhan Tabungan Haji, Payroll, dan Tabungan Bisnis. Sebagai bank syariah dengan status persero, BSI berperan aktif mendukung antusiasme umat Islam Indonesia untuk berhaji. 

Data BSI menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk berhaji terus melonjak di mana pada tahun 2023 pendaftar haji nasional 286,4 ribu naik menjadi 422,3 ribu pada 2025. 

BSI menunjukkan dominasinya di dalam pendaftaran tabungan haji nasional dengan peningkatan  market share semula 49,5% pada tahun 2023 menjadi 53,6% pada tahun 2025. Dari 422,3 ribu pendaftar haji sebanyak 226,4 ribu mendaftar melalui BSI. 

Untuk fase keberangkatan pun BSI mendominasi di mana pada tahun 2026 sebesar 83,5% dari total kuota keberangkatan adalah jemaah yang mendaftar lewat BSI. 

Pendaftar haji Melalui BSI meningkat setiap tahun dengan didukung kemudahan pembukaan rekening melalui platform BYOND by BSI serta berbagai campaign program haji yang dilakukan secara nasional.  

Peningkatan DPK mendorong total asset BSI per posisi Maret 2026 naik menjadi Rp460,1 triliun yang mengantarkan BSI naik peringkat ke jajaran Top 5 Bank di Indonesia setelah resmi masuk sebagai bank Persero pada 23 Januari 2026. 

Layanan haji adalah bagian dari implementasi lisensi BSI sebagai bank syariah. Saat ini BSI juga sebagai satu satunya bank yang memperoleh lisensi emas yang terbukti meningkatkan inklusivitas, ditandai naiknya nasabah non-Muslim menjadi 12%.
 
Keunikan dual licence menghasilkan kinerja BSI yang sehat dan profit sustain. Pada Triwulan I 2026 BSI membukukan laba bersih Rp2,2 triliun, tumbuh 17,1% (YOY). Kinerja tersebut adalah hasil dari implementasi strategi penurunan biaya dana, penjagaan kualitas pembiayaan serta pertumbuhan pendapatan berbasis fee terutama dari bisnis emas.

Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho mengungkap dual licence mendorong pertumbuhan Fee Based Income (FBI) BSI pada Triwulan I 2026 ke level Rp2,09 triliun, naik 22,98% (YOY). 

Komposisi FBI terhadap total pendapatan BSI naik menjadi 22,98% dengan bisnis emas sebagai kontributor tertinggi 33,69% dengan total Rp705 miliar—tumbuh 125% (YOY), disusul treasury dengan komposisi 21,67% dan E-channel sebesar 17,46%. Dari bisnis emas, BSI berhasil menumbuhkan pembiayaan gadai emas 58,3% (YOY) dan E-mas tumbuh lebih dari 2.700 %.
                                                                                                                                                                                                                 Dari sisi pembiayaan, BSI berhasil menumbuhkan dobel digit atau 14,39% (YOY) mencapai Rp329 triliun dengan fokus pembiayaan Konsumer. Meski tumbuh signifikan, secara kualitas pembiayaan yang disalurkan cukup sehat dengan indikasi Non-Performing Financing (NPF) gross 1,8% membaik dari 1,88% periode sebelumnya. Adapun NPF Nett di sekitar 0,38%. 

Mayoritas pembiayaan (72,37%) didistribusikan pada segmen Konsumer dan Ritel, sisanya 27,63% ke segmen wholesale.

Peningkatan Dana Murah berkontribusi terhadap penurunan biaya dana ke level 2,12% dan penjagaan kualitas pembiayaan Cost of Credit (CoC) BSI juga masih terjaga pada level 0,73%. Kondisi tersebut cukup ideal untuk mendorong rasio laba bersih Perseroan pada Triwulan I 2026 dengan indikasi ROA 2,53% dan ROE 19,36%.

Direktur Sales and Distribution Anton Sukarna mengungkap BSI berkontribusi aktif terhadap Astacita Pemerintah dan juga mendukung program perekonomian pemerintah melalui support terhadap MBG sebesar Rp198 miliar kepada 211 dapur MBG, penyaluran KDMP dan penyaluran KUR yang masing-masing menjangkau lebih dari 80 ribu Koperasi dan 17,732 nasabah penerima KUR. 

Dari sisi penyediaan rumah bersubsidi, BSI menyalurkan FLPP kuartal I sebanyak 894 nasabah. Adapun total pembiayaan rumah bersubsidi mencapai Rp5,7 triliun. Selain itu BSI juga berpartisipasi di dalam Pembiayaan Program Perumahan (KPP) untuk UMKM.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya