Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)
Bursa ekuitas Eropa berhasil memutus tren negatif empat sesi berturut-turut dengan ditutup menguat pada perdagangan Rabu 13 Mei 2026 waktu setempat.
Sentimen positif ini dimotori oleh kebangkitan sektor teknologi dan sektor perbankan di tengah optimisme pasar menyambut potensi kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.
Dikutip dari Trading Economics, indeks STOXX 600 naik 0,79 persen atau 4,79 poin ke level 611,42, sementara STOXX 50 zona Euro melesat satu persen.
Kenaikan ini didorong oleh reli saham semikonduktor seperti Infineon yang melonjak lebih dari sepuluh persen pasca kenaikan peringkat broker, diikuti oleh penguatan signifikan pada ASML, Prosus, dan STMicroelectronics.
Di bursa Jerman, indeks DAX 40 naik ke posisi 24.102 poin berkat performa impresif sejumlah emiten besar.
Saham Merck menjadi bintang panggung dengan kenaikan lebih dari tujuh persen setelah merevisi naik proyeksi tahunannya. Allianz mencatatkan rekor pendapatan yang mendorong sahamnya menguat lebih dari satu persen.
Siemens juga berhasil ditutup di zona hijau meski pendapatan meleset dari perkiraan, terbantu oleh peluncuran program pembelian kembali saham dan tingginya permintaan pusat data berbasis kecerdasan buatan.
Meskipun demikian, pasar tetap diwarnai aksi jual pada saham SAP dan Rheinmetall yang merosot cukup tajam.
Pasar Inggris juga menunjukkan taji melalui indeks FTSE 100 yang terangkat oleh sektor keuangan dan pertambangan.
Saham-saham perbankan seperti HSBC, Barclays, dan Standard Chartered berhasil rebound dari tekanan politik domestik.
Sementara itu, reli harga komoditas global, khususnya tembaga yang naik delapan sesi beruntun, memberikan tenaga bagi emiten tambang besar seperti Antofagasta yang melonjak delapan persen, serta Rio Tinto dan Anglo American yang menguat signifikan.
Namun, sektor properti Inggris terpukul setelah Vistry Group memperingatkan penurunan laba akibat aktivitas bisnis yang melemah.
Indeks CAC 40 Prancis berakhir di level 8.008 poin, di mana penguatan saham industri dan teknologi berhasil mengimbangi kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah.
Saham Airbus dan Legrand mencatatkan kenaikan, namun sektor barang mewah seperti LVMH dan L’Oréal masih berada di bawah tekanan aversi risiko.
Di sisi makroekonomi, investor Prancis masih mencermati lonjakan inflasi tahunan ke level tertinggi sejak Juli 2024 serta angka pengangguran yang merangkak naik, meskipun sentimen positif dari sektor emiten kawasan tetap mampu menjaga bursa di zona hijau.