Berita

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

38 Saham China dan Jepang Juga Didepak MSCI

RABU, 13 MEI 2026 | 22:09 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Gejolak pasar akibat penyesuaian indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak hanya dialami Indonesia. 

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan, sejumlah negara di kawasan Asia juga mengalami hal serupa, termasuk China yang tercatat kehilangan 24 saham, dan 18 emiten Indonesia.

"Fenomena ini juga tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi terjadi di hampir seluruh pasar Asia Pasifik pada review kali ini," ujarnya dalam keterangan resmi pada Rabu, 13 Mei 2026.


Perempuan yang akrab disapa Kiki itu menilai perubahan komposisi MSCI merupakan proses rutin yang dilakukan berdasarkan sejumlah indikator objektif seperti kapitalisasi pasar, free float, likuiditas, dan dinamika harga saham.

Selain itu, kondisi yang terjadi saat ini bukan persoalan spesifik di Indonesia, melainkan bagian dari penyesuaian portofolio global yang juga berdampak pada bursa saham negara lain.

Ia memaparkan, beberapa negara bahkan mengalami jumlah emiten keluar dari indeks MSCI dalam jumlah cukup besar. Jepang tercatat kehilangan 14 emiten, Taiwan tujuh emiten, Malaysia enam emiten, dan Korea Selatan tiga emiten.

"Sebagai contoh, pada MSCI Global Standard Index, Jepang mengalami 14 emiten keluar, Taiwan 7 emiten keluar, Malaysia 6 emiten keluar, Korea 3 emiten keluar, bahkan China meskipun menambah 22 emiten juga mengalami 24 emiten keluar," ungkapnya.

OJK menilai dinamika tersebut menjadi momentum untuk terus memperkuat kualitas dan daya saing pasar modal domestik. Penguatan market integrity, peningkatan free float dan likuiditas, serta perluasan basis investor akan terus didorong agar pasar modal Indonesia semakin kompetitif.

Kiki juga memastikan fundamental sektor jasa keuangan Indonesia tetap berada dalam kondisi stabil dan resilien di tengah volatilitas pasar global.

"Ke depan, kami juga terus memperkuat koordinasi dengan BEl, Self-Regulatory Organizations, dan seluruh pelaku pasar guna memastikan pasar modal Indonesia semakin attractive, liquid, dan investable dalam jangka panjang," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya