Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Purbaya Ancam Potong TKD Pemda yang Persulit Investor Masuk

RABU, 13 MEI 2026 | 11:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan memangkas dana transfer ke daerah (TKD) bagi pemerintah daerah yang dinilai menghambat masuknya investasi ke Indonesia.

Purbaya menegaskan setiap pemerintah daerah harus memastikan kebijakan yang dibuat mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi di wilayah masing-masing. 

Menurutnya, investasi diperlukan agar dunia usaha berkembang dan ekonomi daerah semakin maju.


“Kalau enggak begitu, ya kita warning. Bisa lewat menteri sekretariat negara, menteri dalam negeri, dan lain-lain. Kalau masih ngotot juga bisa kita potong TKD-nya,” ujar Purbaya di kantornya, Jakarta dikutip Rabu, 13 Mei 2026.

Tak hanya Pemda, Purbaya juga mengancam akan mengurangi anggaran kementerian/lembaga (K/L) yang dinilai memperlambat arus investasi masuk ke Tanah Air.

Menurut dia, kementerian dan lembaga memiliki peran penting dalam menerbitkan kebijakan sekaligus menangani persoalan di sektor masing-masing. Karena itu, seluruh regulasi yang diterbitkan harus mendukung kemudahan investasi dan kegiatan usaha.

“Karena di kementerian-kementerian yang lain kadang-kadang lambat, ya saya bisa kasih anggaran (untuk pelaksanaan kebijakan) atau saya kurangi anggarannya kalau tetap ngotot. Daerah juga sama ya,” tuturnya.

Purbaya menilai Indonesia perlu meningkatkan investasi dan keterlibatan sektor swasta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

Pemerintah, lanjut dia, terus mempercepat realisasi investasi melalui penyederhanaan proses bisnis dan penyelesaian hambatan investasi. Salah satunya dilakukan lewat pembentukan Kanal Debottlenecking yang dijalankan Satgas Percepatan Program Pemerintah.

“Beberapa business community yang datang ke sini, kita jelaskan bahwa kita punya debottlenecking task force yang bisa melepaskan problem mereka dengan cepat dan murah,” tandasnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya