Berita

Kebersamaan Jokowi dan Jusuf Kalla. (Foto: Istimewa)

Politik

Jokowi-JK Bisa Selesaikan Polemik Lewat Empat Mata

RABU, 13 MEI 2026 | 11:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah Jusuf Kalla (JK) melaporkan Ade Armando, Grace Natalie, dan Permadi Arya ke polisi tidak bisa dilepaskan dari polemik isu ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo yang sebelumnya telah bergulir di ruang publik.

Menurut analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa, banyak persepsi yang sudah terbentuk jauh sebelum kasus pelaporan ini mencuat. Salah satu narasi yang beredar bahwa JK merasa diserang setelah menyuarakan pendapatnya soal ijazah Jokowi di hadapan publik.

“Saya akhirnya berkesimpulan juga, ‘oke berarti kita rakyat Indonesia ada pelajaran penting bahwa bila tokoh sekelas Pak JK saja itu kalau bicara di ranah publik itu harus hati-hati,’ padahal sifatnya hanya menasehati,” kata Hensa kepada wartawan, Rabu, 13 Mei 2026.


Terkait itu, Hensa mengingatkan JK dan Jokowi memiliki kedekatan personal yang memungkinkan keduanya berdiskusi secara langsung tanpa harus membawa isu tersebut ke ranah publik.

"JK bisa saja bilang, 'Pak Jokowi, tunjukkan saja ijazahnya supaya orang tidak berisik, tidak terjadi adu domba.' Itu bisa dilakukan lewat jalur privat, tidak menggunakan jalur publik. Nah akibatnya begitu jalur publik digunakan oleh Pak JK, liar isunya ," ujar Hensa.

Ia menilai, ketika isu tersebut dibawa ke ruang publik, persoalan pun menjadi liar karena masing-masing tokoh memiliki pendukungnya sendiri. Hensa bahkan mengaku heran mengapa pendukung Jokowi tidak menghargai JK sebagai tokoh bangsa, dan sebaliknya.

"Malah saya bingung juga kenapa kemudian pendukung Pak Jokowi tidak menghargai Pak JK sebagai tokoh bangsa. Ini persepsi saya, ini mohon maaf kalau salah, demikian pula sebaliknya, kenapa kemudian pendukung Pak JK tidak menghargai Pak Jokowi sebagai tokoh bangsa? Kalau ini semua diawali dengan perbincangan di ranah privat pasti tidak seperti ini,” jelas Hensa.

Menyikapi tren saling lapor di kalangan publik figur, Hensa menyebut bahwa banyak persoalan sejatinya bisa diselesaikan melalui pertemuan empat mata atau enam mata tanpa harus berujung ke jalur hukum.

"Kita terlalu terbiasa bertempur di hal yang sebetulnya bisa diselesaikan dengan pertemuan beberapa pihak dan selesai. Masih ada ruang untuk saling memaafkan," katanya.

Hensa mengingatkan para tokoh publik agar lebih bijak memanfaatkan ruang publik. Menurutnya, ketika seorang figur dengan banyak pengikut membawa isu sensitif ke hadapan publik, eskalasi persoalan bisa menjadi tidak terkendali.

"Kalau memang Anda tokoh publik dan bisa berkomunikasi secara privat, ya lakukan itu. Bicara saja secara privat. Kalau belum punya nomornya, ya tanya sekarang," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya