Berita

Sekretaris Jenderal DPP GMNI Amir Mahfud. (Foto: Istimewa)

Politik

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

SELASA, 12 MEI 2026 | 22:16 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Meski proses peradilan berjalan di Pengadilan Militer, masih diperlukan pembentukan TIm Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras pada aktivis Kontras Andrie Yunus.

Desakan itu disampaikan Sekretaris Jenderal DPP GMNI Amir Mahfud. Tujuannya, kata dia, untuk mengungkap tabir fakta lebih transparan pada publik.

"GMNI mendesak Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk segera membuka secara transparan seluruh proses penyidikan kasus ini kepada publik," kata Amir kepada wartawan, Selasa 12 Mei 2026.


Dia menilai proses di Pengadilan Militer yang sedang berjalan masih belum cukup untuk dikatakan sebagai pengadilan yang transparan.

Terlebih, kata dia, muncul pernyataan mantan Kepala BAIS TNI Soleman Ponto yang menyebut penyiraman itu sebagai kenakalan prajurit.

"Tidak boleh ada lagi ruang gelap, tidak boleh ada saksi yang disembunyikan, dan tidak boleh ada upaya membatasi penyelidikan hanya pada pelaku lapangan," tuturnya.

Dia menegaskan, bahwa GMNI akan terus berdiri di garda terdepan mengawal segala tindak kekerasan pada aktivis.

"GMNI akan terus mengawal kasus ini. Organisasi berdiri teguh bersama Andrie Yunus dan seluruh korban pelanggaran HAM," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya