Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

Investor China Ngadu ke Prabowo, Sebut Regulasi RI Terlalu Ketat Hambat Dunia Usaha

SELASA, 12 MEI 2026 | 21:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kamar Dagang China di Indonesia menyampaikan surat resmi kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang berisi keluhan terkait iklim investasi di Indonesia. 

Dalam surat yang dilihat redaksi pada Selasa, 12 Mei 2026, para investor China menyoroti sejumlah hambatan yang dinilai semakin membebani dunia usaha. 

Dalam surat itu disebutkan adanya regulasi yang terlalu ketat, penegakan hukum yang berlebihan, dan bahkan korupsi serta pemerasan oleh otoritas yang berwenang.


Keluhan juga mengemuka pada kebijakan fiskal dan sektor sumber daya alam, termasuk kenaikan pajak, pembatasan devisa, serta pengetatan industri nikel. 

"Masalah-masalah ini telah sangat mengganggu operasional bisnis normal, secara langsung merusak kepercayaan investasi jangka panjang, dan menimbulkan kekhawatiran yang meluas di kalangan perusahaan yang menerima investasi dari Tiongkok mengenai lingkungan bisnis saat ini dan perkembangan masa depan mereka di Indonesia," bunyi surat tersebut. 

Dalam salah satu poin paling kritis, surat itu menyebut kebijakan menaikkan harga patokan resmi (HPK) bijih nikel telah memicu lonjakan biaya signifikan hingga 200 persen, menekan operasional perusahaan, hingga mengganggu rantai industri.

"Hal ini tidak hanya akan sangat merusak proyek-proyek yang ada tetapi juga akan memengaruhi investasi masa depan, ekspor, dan lapangan kerja lebih dari 400.000 orang di sepanjang rantai industri, yang secara serius melemahkan kepercayaan investor global terhadap sektor nikel Indonesia," tambahnya. 

Selain itu, mereka juga menyoroti persoalan perizinan, visa kerja, hingga penegakan hukum kehutanan yang dinilai berlebihan.

"Penegakan hukum kehutanan telah diperketat secara berlebihan. Satuan Tugas Khusus Pengelolaan Hutan Indonesia telah menjatuhkan denda sebesar 180 juta dolar AS kepada perusahaan-perusahaan investasi Tiongkok dengan alasan tidak memiliki Izin Kehutanan Pinjam-untuk-Gunakan yang sah," ungkap mereka. 

Kamar Dagang China berharap iklim usaha di bawah pemerintahan Prabowo dapat kembali kondusif dan mendukung keberlanjutan investasi asing di Tanah Air.

Di sisi lain, mereka turut meminta agar mekanisme komunikasi antara pemerintah dan pelaku usaha dapat diperkuat, guna membuka ruang penyelesaian masalah yang lebih konstruktif dan berkelanjutan.

"Kami yakin bahwa dengan perhatian dan fasilitasi Yang Mulia, kerja sama ekonomi dan perdagangan Tiongkok-Indonesia akan terus berkembang dengan stabil," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya