PT Bank Raya Indonesia Tbk mencatat total kredit usaha berkelanjutan mencapai Rp3,6 triliun sepanjang 2025 atau setara 47,49 persen dari total portofolio kredit perseroan.
Nilai tersebut naik 41,69 persen dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).
Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, dan SDM Bank Raya, Danar Widyantoro mengatakan pembiayaan tersebut mencerminkan penguatan komitmen Bank Raya dalam mendukung pembiayaan inklusif dan berkelanjutan, khususnya bagi sektor UMKM.
Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya juga terus mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi bisnis, termasuk melalui inovasi layanan digital dan penerapan green banking.
Perseroan juga memperkuat portofolio investasi hijau melalui kepemilikan green bond, serta menerapkan kebijakan pembiayaan yang lebih selektif dan berorientasi pada kegiatan usaha ramah lingkungan.
Danar mengatakan perusahaan berupaya menjaga pertumbuhan bisnis tetap sejalan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Melalui penguatan pembiayaan UMKM, inovasi digital, serta implementasi prinsip ESG, Bank Raya berkomitmen untuk terus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Danar dalam keterangan tertulis, pada Selasa, 12 Mei 2025.
Dari sisi operasional, Bank Raya berhasil menurunkan konsumsi listrik sebesar 40,41 persen menjadi 748.156 kWh pada 2025. Penggunaan air juga turun 9,4 persen menjadi 5.599 meter kubik.
Selain itu, Bank Raya meluncurkan Pantura Greenbelt Program melalui penanaman 3.500 bibit mangrove dari setiap transaksi nasabah di aplikasi Raya. Program tersebut diproyeksikan mampu menyerap karbon hingga 28 tCO2 per tahun.
Dalam aspek sosial, perseroan turut memperkuat kapasitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi ESG, serta menjalankan program literasi keuangan secara rutin melalui media sosial resmi perusahaan.
“Kami akan terus memperkuat inisiatif ESG melalui efisiensi operasional, perluasan program penghijauan, peningkatan kapasitas SDM, serta edukasi literasi keuangan agar pertumbuhan Bank Raya berjalan seiring dengan keberlanjutan ekonomi dan sosial,” tandasnya.
Sejalan dengan strategi tersebut, hingga akhir 2025 Bank Raya membukukan realisasi digital saving sebesar Rp2,20 triliun atau tumbuh 66,7 persen secara tahunan (yoy).