Berita

KRI Canopus-936 di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok. (Foto: Dispenal)

Politik

KRI Canopus-936: Senjata Sunyi RI Kuasai Laut Dalam

SELASA, 12 MEI 2026 | 16:34 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kehadiran KRI Canopus-936 di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin 11 Mei 2026, bukan sekadar seremoni kedatangan kapal baru milik TNI Angkatan Laut. 

Di balik pelayaran sejauh 12.798,5 mil laut dari Jerman menuju Indonesia, tersimpan pesan geopolitik yang kuat: Indonesia mulai memasuki era kemandirian intelijen laut dalam.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai kehadiran KRI Canopus-936 merupakan salah satu langkah strategis paling penting dalam pembangunan kekuatan maritim Indonesia dalam dua dekade terakhir.


Menurut Amir, selama ini Indonesia menghadapi persoalan mendasar dalam penguasaan wilayah laut, yakni ketergantungan terhadap data hidro-oseanografi asing. 

Padahal, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, data dasar laut memiliki nilai strategis yang sangat tinggi, bukan hanya untuk ekonomi, tetapi juga pertahanan dan intelijen.

“Selama bertahun-tahun Indonesia seperti hidup di rumah sendiri tetapi memakai peta milik orang lain," kata Amir dalam keterangannya, Selasa 12 Mei 2026,

Ia menegaskan, penguasaan data laut bukan sekadar urusan teknis pemetaan, melainkan menyangkut perebutan pengaruh global di kawasan Indo-Pasifik yang kini menjadi pusat persaingan kekuatan dunia.

“Siapa menguasai data laut, dia menguasai jalur perdagangan, logistik militer, sumber energi, bahkan operasi intelijen bawah laut," kata Amir.

KRI Canopus-936 sendiri dibangun di galangan Abeking & Rasmussen di Lemwerder, Jerman. Kapal sepanjang 105 meter itu dirancang sebagai ocean going kapal bantu hidro-oseanografi dengan kemampuan operasi hingga 60 hari tanpa dukungan logistik eksternal.

“KRI Canopus-936 bukan sekadar kapal survei. Ini adalah mata dan telinga strategis Indonesia di laut dalam,” pungkas Amir.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya