Berita

Ilustrasi. (Foto: Instagram RMOL)

Politik

Warganet: Tolong Pak Erik, Hukum Pak Tohir!

SELASA, 12 MEI 2026 | 06:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Insiden kerusuhan suporter sepak bola yang terjadi pada laga Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat, 8 Mei 2026 menjadi perhatian publik.

Tidak hanya itu, kerusuhan suporter pada laga Persija Jakarta vs Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu, 10 Mei 2026 juga menuai sorotan.

Atas insiden beruntun tersebut, DPR meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengevaluasi kepengurusan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) di bawah kepemimpinan Erick Thohir.


Dilansir dari unggahan akun Instagram RMOL, Senin, 11 Mei 2026,  Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menilai kerusuhan sepak bola terus berulang dan harus ditindak tegas.

"Kemenpora harus mengevaluasi pengurus PSSI, kalau ternyata kepengurusan hari ini dianggap tidak mampu menuntaskan persoalan sepak bola Indonesia," kata Lalu Hadrian. 

Ia juga meminta PSSI memberi sanksi tegas terhadap klub yang terlibat kerusuhan.

Unggahan itu lantas mendapat komentar warganet yang beramai-ramai juga menghendaki adanya evaluasi terhadap PSSI.

“Tolong Pak Erik, hukum Pak Tohir,” tulis pemilik akun @anrptra disertai emoticon menangis.

“Yg di Evaluasi Suporternya masih SDM minimum,” timpal akun @ganezgraff yang juga disertai emoticon menangis.

“Katanya ketua pssi masa follow akun cuma persib dan persis solo wkwkwkwkkwkwkw. Papih papih,” tukas akun @dudung_gentong.

“Konflik kepentingan gak sehat justru dinormalisasi terus sama pejabat negara,” timpal akun @tjdrnsel6no11b.     

Sekjen PSSI Yunus Nusi sebelumnya menyatakan siap mengambil langkah tegas atas insiden tersebut, mengingat saat ini sepak bola Indonesia masih dalam pengawasan ketat oleh FIFA akibat Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan sedikitnya 135 nyawa pada 1 Oktober 2022.

"Ini tentu menggores perjalanan sepak bola kita, karena kita juga tahu hingga saat ini sepak bola kita masih dimonitor oleh FIFA. PSSI berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi," katanya.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya