Ilustrasi. (Foto: Instagram RMOL)
Insiden kerusuhan suporter sepak bola yang terjadi pada laga Persipura Jayapura vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat, 8 Mei 2026 menjadi perhatian publik.
Tidak hanya itu, kerusuhan suporter pada laga Persija Jakarta vs Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu, 10 Mei 2026 juga menuai sorotan.
Atas insiden beruntun tersebut, DPR meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengevaluasi kepengurusan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) di bawah kepemimpinan Erick Thohir.
Dilansir dari unggahan akun Instagram
RMOL, Senin, 11 Mei 2026, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menilai kerusuhan sepak bola terus berulang dan harus ditindak tegas.
"Kemenpora harus mengevaluasi pengurus PSSI, kalau ternyata kepengurusan hari ini dianggap tidak mampu menuntaskan persoalan sepak bola Indonesia," kata Lalu Hadrian.
Ia juga meminta PSSI memberi sanksi tegas terhadap klub yang terlibat kerusuhan.
Unggahan itu lantas mendapat komentar warganet yang beramai-ramai juga menghendaki adanya evaluasi terhadap PSSI.
“Tolong Pak Erik, hukum Pak Tohir,” tulis pemilik akun @anrptra disertai emoticon menangis.
“Yg di Evaluasi Suporternya masih SDM minimum,” timpal akun @ganezgraff yang juga disertai emoticon menangis.
“Katanya ketua pssi masa follow akun cuma persib dan persis solo wkwkwkwkkwkwkw. Papih papih,” tukas akun @dudung_gentong.
“Konflik kepentingan gak sehat justru dinormalisasi terus sama pejabat negara,” timpal akun @tjdrnsel6no11b.
Sekjen PSSI Yunus Nusi sebelumnya menyatakan siap mengambil langkah tegas atas insiden tersebut, mengingat saat ini sepak bola Indonesia masih dalam pengawasan ketat oleh FIFA akibat Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan sedikitnya 135 nyawa pada 1 Oktober 2022.
"Ini tentu menggores perjalanan sepak bola kita, karena kita juga tahu hingga saat ini sepak bola kita masih dimonitor oleh FIFA. PSSI berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi," katanya.