Berita

Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri Myanmar U Hau Khan Sum (kiri) berpose untuk foto bersama Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dan istrinya Liza Araneta Marcos di KTT ke-48 ASEAN (Foto: AFP)

Dunia

Junta Myanmar Keluhkan Perlakuan Diskriminatif ASEAN

SENIN, 11 MEI 2026 | 15:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Junta Myanmar melontarkan protes terbuka terhadap ASEAN setelah kembali dikucilkan dalam KTT ASEAN di Filipina pekan lalu.
 
Myanmar menilai blok Asia Tenggara itu telah memperlakukan Myanmar secara tidak adil melalui pembatasan politik yang disebut bersifat diskriminatif terhadap pemerintahan baru Presiden Min Aung Hlaing.

Keluhan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Myanmar pada Senin, 11 Mei 2026, di tengah meningkatnya tekanan diplomatik terhadap rezim militer yang sejak kudeta 2021 menggulingkan pemerintahan sah Aung San Suu Kyi terus menjadi sorotan dunia internasional. 


ASEAN sendiri masih mempertahankan sikap keras dengan menolak pemimpin junta hadir dalam pertemuan tingkat tinggi akibat belum berakhirnya konflik berdarah di negara tersebut.

Dalam pernyataannya, Kemlu Myanmar bersikeras bahwa negaranya telah menunjukkan perkembangan positif setelah pemilu ketat bulan lalu yang mengantarkan pemimpin Junta Min Aung Hlaing menjadi presiden sipil. 

Namun Myanmar menuding beberapa anggota ASEAN sengaja menghalangi pengakuan setara terhadap pemerintahannya. 

“Namun, terlihat bahwa beberapa Negara Anggota terus mempertahankan pembatasan, tindakan diskriminatif, dan pengecualian Pemerintah Myanmar dari perwakilan yang setara,” bunyi pernyataan tersebut, seperti dikutip dari AFP.

Kritik keras justru datang dari sejumlah negara utama ASEAN. Dalam KTT di Cebu, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyatakan belum ada kemajuan apa pun di Myanmar.

Sementara Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menegaskan Myanmar belum layak kembali ke meja utama ASEAN karena kekejaman terhadap warga negara mereka sendiri masih terjadi.

Perbedaan sikap di internal ASEAN pun makin terlihat. Thailand memilih pendekatan lunak dengan menyambut pemerintahan Min Aung Hlaing demi stabilitas perbatasan, sedangkan Indonesia, Singapura, dan Malaysia tetap berada di garis depan penolakan terhadap legitimasi junta. 

Kondisi ini memperlihatkan rapuhnya konsensus ASEAN dalam menangani krisis Myanmar yang telah berlangsung lima tahun tanpa penyelesaian berarti.

Meski mengaku tetap bersabar menghadapi tekanan kawasan, Myanmar menuduh sejumlah negara anggota telah mencampuri urusan internal Myanmar melalui kritik dan tekanan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya