Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Setwapres)
Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kerap memastikan jalannya program-program Presiden Prabowo Subianto di setiap kunjungan kerja ke luar kota merupakan strategi politik yang cerdas dan terencana.
Menurut analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa, pola yang ditunjukkan Gibran bukan sekadar rutinitas seorang wakil presiden dalam menjalankan tugasnya. Ia melihat ada kalkulasi politik yang lebih dalam di balik langkah tersebut.
"Canggih ini Gibran. Selain memanfaatkan program-program Prabowo untuk meningkatkan popularitasnya sendiri, ia juga sedang mengambil hati Prabowo lewat caranya memastikan program-program Presiden ini berjalan," ujar Hensa, Senin, 11 Mei 2026.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menilai Gibran tengah memainkan dua kepentingan sekaligus dalam satu langkah politik yang terukur.
Di satu sisi, ia membangun citra sebagai pemimpin yang aktif turun ke lapangan dan memastikan program pemerintah berjalan. Di sisi lain, ia secara konsisten mengaitkan dirinya dengan keberhasilan program-program unggulan yang selama ini lekat dengan Presiden Prabowo Subianto.
"Strategi seperti ini memang bukan hal baru dalam politik. Namun yang membedakan adalah konsistensi Gibran. Ia melakukannya berulang dan terstruktur, sehingga efeknya terasa. Tanpa konsistensi, strategi semacam ini tidak akan menghasilkan dampak signifikan," kata Hensa.
Hensa menambahkan, dalam perspektif politik jangka panjang, langkah tersebut merupakan bentuk investasi citra yang terencana.
Menurutnya, dengan terus mengasosiasikan diri pada implementasi dan keberhasilan program pemerintah, putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo itu sedang membangun rekam jejak yang konkret sebagai modal politik ke depan, terlepas dari posisi apa pun yang akan dituju.
"Dengan menempatkan diri sebagai ‘penjaga’ program-program Prabowo di lapangan, Gibran bukan hanya bekerja secara administratif, tetapi juga mengirim pesan politik bahwa ia adalah mitra yang loyal, aktif, dan bisa diandalkan dalam memastikan agenda pemerintahan berjalan," kata Hensa.
Langkah tersebut, lanjut Hensa, menjadi semakin efektif karena dilakukan secara organik dan berkelanjutan, bukan hanya dalam momen-momen seremonial.
Ia menilai, secara perlahan publik akan mulai mengidentikkan Gibran dengan kerja nyata di lapangan, yang pada akhirnya menguntungkan citranya sebagai pemimpin muda.
"Gibran terlihat mulai memahami cara kerja politik pencitraan. Ia tidak hanya hadir, tetapi memastikan kehadirannya memiliki makna. Dengan terus mengaitkan dirinya pada program Prabowo yang populer, ia sedang membangun dua hal sekaligus, yaitu loyalitas ke atas dan popularitas ke bawah," pungkas Hensa.