Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Setwapres)

Politik

Gibran Ambil Hati Prabowo lewat Kunjungan Kerja

SENIN, 11 MEI 2026 | 14:51 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kerap memastikan jalannya program-program Presiden Prabowo Subianto di setiap kunjungan kerja ke luar kota merupakan strategi politik yang cerdas dan terencana.

Menurut analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa, pola yang ditunjukkan Gibran bukan sekadar rutinitas seorang wakil presiden dalam menjalankan tugasnya. Ia melihat ada kalkulasi politik yang lebih dalam di balik langkah tersebut.

"Canggih ini Gibran. Selain memanfaatkan program-program Prabowo untuk meningkatkan popularitasnya sendiri, ia juga sedang mengambil hati Prabowo lewat caranya memastikan program-program Presiden ini berjalan," ujar Hensa, Senin, 11 Mei 2026.


Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini menilai Gibran tengah memainkan dua kepentingan sekaligus dalam satu langkah politik yang terukur.

Di satu sisi, ia membangun citra sebagai pemimpin yang aktif turun ke lapangan dan memastikan program pemerintah berjalan. Di sisi lain, ia secara konsisten mengaitkan dirinya dengan keberhasilan program-program unggulan yang selama ini lekat dengan Presiden Prabowo Subianto.

"Strategi seperti ini memang bukan hal baru dalam politik. Namun yang membedakan adalah konsistensi Gibran. Ia melakukannya berulang dan terstruktur, sehingga efeknya terasa. Tanpa konsistensi, strategi semacam ini tidak akan menghasilkan dampak signifikan," kata Hensa.

Hensa menambahkan, dalam perspektif politik jangka panjang, langkah tersebut merupakan bentuk investasi citra yang terencana.

Menurutnya, dengan terus mengasosiasikan diri pada implementasi dan keberhasilan program pemerintah, putra sulung Presiden ke-7 Joko Widodo itu sedang membangun rekam jejak yang konkret sebagai modal politik ke depan, terlepas dari posisi apa pun yang akan dituju.

"Dengan menempatkan diri sebagai ‘penjaga’ program-program Prabowo di lapangan, Gibran bukan hanya bekerja secara administratif, tetapi juga mengirim pesan politik bahwa ia adalah mitra yang loyal, aktif, dan bisa diandalkan dalam memastikan agenda pemerintahan berjalan," kata Hensa.

Langkah tersebut, lanjut Hensa, menjadi semakin efektif karena dilakukan secara organik dan berkelanjutan, bukan hanya dalam momen-momen seremonial.

Ia menilai, secara perlahan publik akan mulai mengidentikkan Gibran dengan kerja nyata di lapangan, yang pada akhirnya menguntungkan citranya sebagai pemimpin muda.

"Gibran terlihat mulai memahami cara kerja politik pencitraan. Ia tidak hanya hadir, tetapi memastikan kehadirannya memiliki makna. Dengan terus mengaitkan dirinya pada program Prabowo yang populer, ia sedang membangun dua hal sekaligus, yaitu loyalitas ke atas dan popularitas ke bawah," pungkas Hensa.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya