Berita

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: The Forward)

Global

Netanyahu Klaim Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Bersembunyi di Bunker

SENIN, 11 MEI 2026 | 14:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan pernyataan mengejutkan terkait kondisi pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei.

Netanyahu menegaskan bahwa Mojtaba masih hidup, tetapi kini disebut bersembunyi di bunker yang diperkuat atau lokasi rahasia lain demi menghindari ancaman pembunuhan.

Dalam wawancara eksklusif dengan CBS News, Netanyahu mengungkapkan laporan intelijennya bahwa Mojtaba masih hidup dan kini bersembunyi di bunker untuk menghindari ancaman pembunuhan. 


“Saya rasa dia masih hidup. Sulit untuk menentukan kondisinya secara akurat, Anda tahu? Dia hidup dalam keadaan luar biasa, bersembunyi di bunker yang diperkuat atau lokasi rahasia yang tersembunyi," ujarnya, seperti dikutip Senin, 11 Mei 2026.

Netanyahu menilai Mojtaba kini tengah berusaha mempertahankan kendali sebagai penerus ayahnya, namun kekuatannya tidak lagi sebanding dengan dominasi absolut Ali Khamenei. 

"Mojtaba sedang berusaha keras untuk menjalankan wewenangnya, tetapi memiliki bobot dan pengaruh yang lebih kecil dibanding pengaruh ayahnya sebelum terbunuh," papar PM Israel itu.

Pernyataan Netanyahu memperkuat laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei, yang selama ini dikenal lebih nyaman bekerja di balik layar, masih diselimuti ketidakjelasan dalam berbagai isu sensitif, terutama terkait negosiasi regional. 

Bahkan, belum ada kepastian sejauh mana ia benar-benar terlibat dalam pengambilan keputusan politik maupun militer sehari-hari di Iran.

Sumber-sumber menyebut kepemimpinan Iran menyadari sepenuhnya bahwa Israel sebelumnya secara sistematis menargetkan pejabat tinggi sebelum kesepakatan gencatan senjata tercapai, dan nama Mojtaba kini berada di posisi teratas dalam daftar target Israel.

Kondisi tersebut membuat Mojtaba disebut terus berada dalam kewaspadaan tinggi di persembunyian rahasianya. 

Situasi ini juga memunculkan pertanyaan besar mengenai legitimasi dan efektivitas kepemimpinan barunya di tengah tekanan eksternal dan ancaman internal.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya