Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Harga Minyak Melonjak Setelah Netanyahu Tegaskan Perang Belum Berakhir

SENIN, 11 MEI 2026 | 10:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia naik tajam pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan bahwa konflik dengan Iran masih belum berakhir. Pernyataan tersebut memicu

Di saat yang sama, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga menolak proposal balasan Iran terkait upaya mengakhiri perang dengan AS dan Israel. Trump mengatakan respons dari Iran “sama sekali tidak dapat diterima”, yang menunjukkan negosiasi antara kedua pihak masih menemui jalan buntu.

Dikutip dari CNBC International, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 3,08 persen menjadi 95,42 Dolar AS per barel. Sementara minyak Brent yang menjadi acuan harga minyak internasional naik 3,16 persen ke level 104,49 Dolar AS per barel.


Sebelumnya, dalam wawancara di program “60 Minutes” CBS, Netanyahu mengatakan masih banyak target terkait program nuklir Iran yang belum diselesaikan. Ia menyebut masih ada uranium yang diperkaya, fasilitas pengayaan nuklir, kelompok proksi dukungan Iran, hingga rudal balistik yang dianggap menjadi ancaman.

“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Netanyahu.

Saat ditanya bagaimana AS dan Israel akan menangani material nuklir Iran, Netanyahu menjawab, “Kalian masuk, dan kalian mengambilnya keluar.”

Pernyataan keras tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Analis Citi dalam laporan terbarunya menilai risiko kenaikan harga minyak masih cukup besar jika Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan. Menurut Citi, Iran masih memiliki pengaruh besar terhadap kapan dan bagaimana jalur energi di Selat Hormuz dapat kembali dibuka sepenuhnya.

"Iran kemungkinan baru akan membuka kembali jalur tersebut sekitar akhir Mei. Namun, mereka juga melihat adanya risiko penundaan atau pembukaan sebagian saja, yang berarti gangguan terhadap pasokan minyak global bisa berlangsung lebih lama," kata Citi.

Meski begitu, Citi menilai pasar minyak sejauh ini masih cukup terlindungi oleh tingginya cadangan minyak global, pelepasan cadangan minyak strategis, lemahnya permintaan dari negara berkembang, serta munculnya beberapa tanda de-eskalasi di Timur Tengah.

Namun apabila konflik terus meningkat dan jalur distribusi energi terganggu lebih besar, harga minyak dunia diperkirakan masih berpotensi naik dalam waktu dekat.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya