Berita

Pencemaran Teluk Buli di Maluku Utara diduga oleh PT Aneka Tambang. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Ahli Minta Audit Transparan atas Dugaan Sedimentasi Industri di Teluk Buli

SENIN, 11 MEI 2026 | 09:27 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Dugaan pencemaran di Kali Kukuba, Teluk Buli, Maluku Utara didorong untuk segera diaudit guna memastikan penyebab perubahan kondisi air yang dilaporkan warga.

Pakar Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Mahawan Karuniasa, menilai audit penting dilakukan karena persoalan tersebut tidak bisa disederhanakan hanya sebagai dampak curah hujan.

"Sebagai perusahaan, PT Heni Halmahera Timur ini wajib memastikan bahwa pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan, dimonitor," kata Mahawan kepada RMOL, Senin, 11 Mei 2026.


Hal itu termasuk juga jika ada tingkatan pembukaan lahan, pengurukan, penimbunan maupun pekerjaan konstruksi lain yang berkaitan dengan kondisi air.

Ia menegaskan, perusahaan industri semestinya telah memiliki perangkat mitigasi seperti kolam sedimentasi, cek dam, hingga prosedur tanggap darurat lingkungan saat terjadi hujan ekstrem.

Karena itu, Mahawan meminta dilakukan audit terbuka untuk memastikan sumber masalah dan tingkat dampak yang terjadi.

Audit itu mencakup evaluasi kepatuhan terhadap dokumen AMDAL dan tata kelola lingkungan perusahaan maupun seluruh kontraktor yang terlibat dalam proyek.

“Diperlukan audit yang transparan. Kalau perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apa sebenarnya yang terjadi,” ujarnya.

Lanjut Mahawan, selama proses audit berlangsung, aktivitas yang berpotensi memicu dampak serupa sebaiknya dihentikan sementara untuk mencegah risiko berulang terhadap ekosistem dan masyarakat pesisir.

Dugaan sedimentasi itu sebelumnya muncul terkait aktivitas PT Feni Halmahera Timur (Feni Haltim), anak usaha PT Aneka Tambang, yang tengah membangun infrastruktur industri baterai kendaraan listrik di kawasan tersebut.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya