Berita

Pakar Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Mahawan Karuniasa (Foto: Net)

Nusantara

Kasus Kali Kukuba Dinilai Cerminkan Kegagalan Pengendalian Limbah Industri

SENIN, 11 MEI 2026 | 08:32 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Dugaan pencemaran di Kali Kukuba, Teluk Buli, Maluku Utara, dinilai tidak bisa semata-mata dijelaskan akibat faktor curah hujan. Perubahan warna air menjadi cokelat justru mengindikasikan adanya dugaan kegagalan pengendalian limpasan sedimentasi dari aktivitas industri.

Pakar Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, Mahawan Karuniasa, menilai perusahaan seharusnya telah memiliki sistem pengelolaan lingkungan untuk mengantisipasi dampak hujan deras maupun cuaca ekstrem.

“Kasus Kali Kukuba perlu dilihat sebagai dugaan pencemaran atau kegagalan pengendalian limpasan sedimentasi dari aktivitas industri,” kata Mahawan kepada RMOL, Senin, 11 Mei 2026.


Menurutnya, perubahan kondisi air yang dilaporkan warga menunjukkan persoalan tersebut tidak dapat dipandang semata sebagai faktor alam.

Dalam kegiatan industri, seluruh risiko terkait limpasan air, sedimentasi, hingga erosi seharusnya sudah diperhitungkan sejak awal dalam dokumen lingkungan perusahaan.

Mahawan juga menekankan bahwa perusahaan wajib memastikan seluruh aktivitas, termasuk yang dilakukan kontraktor dan subkontraktor, tetap sesuai standar pengelolaan lingkungan, terutama pada pekerjaan pembukaan lahan, pengurukan, dan konstruksi yang sensitif terhadap badan air.

Ia menilai status proyek sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) seharusnya membuat standar kepatuhan lingkungan menjadi lebih ketat.

“Sebagai proyek strategis nasional, standar kepatuhan, transparansi, dan akuntabilitas lingkungan itu harus lebih tinggi, bukan lebih longgar,” ujarnya.

Dugaan pencemaran lingkungan akibat aktivitas anak usaha PT Aneka Tambang terjadi di Teluk Buli, Maluku Utara, pada Sabtu, 2 Mei 2026. Peristiwa tersebut dinilai berpotensi membahayakan ekosistem laut serta kehidupan masyarakat pesisir.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya