Berita

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto: IRNA)

Dunia

Iran Kirim Respons Proposal AS Lewat Mediator Pakistan

MINGGU, 10 MEI 2026 | 22:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Iran mengirimkan respons terhadap proposal terbaru Amerika Serikat (AS) terkait upaya mengakhiri perang melalui mediator Pakistan, Minggu, 10 Mei 2026.

Kantor berita resmi Iran, IRNA melaporkan, respons tersebut dikirim sebagai bagian dari kelanjutan negosiasi yang difokuskan pada penghentian konflik dan pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

“Respons Republik Islam Iran terhadap proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang telah dikirim hari ini melalui mediator Pakistan,” tulis IRNA.


Sumber yang mengetahui proses negosiasi mengatakan tahap pembicaraan saat ini hanya difokuskan pada penghentian permusuhan di kawasan. Namun, belum ada rincian isi proposal balasan Iran yang dipublikasikan.

Sumber dari kedua pihak sebelumnya menyebut upaya perdamaian terbaru diarahkan pada pembentukan nota kesepahaman sementara guna menghentikan perang dan membuka kembali lalu lintas di Selat Hormuz.

Kesepakatan yang lebih permanen nantinya diperkirakan juga akan membahas isu sensitif, termasuk program nuklir Iran.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan, dialog dengan AS bukan bentuk penyerahan diri, melainkan upaya mempertahankan hak dan kepentingan nasional Iran.

“Jika ada pembicaraan atau negosiasi, itu bukan berarti menyerah atau mundur, tetapi untuk mengamankan hak bangsa Iran dan membela kepentingan nasional secara kuat,” ujar Pezeshkian.

Ia juga menegaskan Iran tidak akan tunduk kepada musuh. Ketegangan kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, serta menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Gencatan senjata sempat diberlakukan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu tertentu untuk memberi ruang bagi jalur diplomasi menuju penyelesaian permanen konflik.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya