Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya. (Foto: Istimewa)

Publika

Prabowo Punya Target Lebih terhadap Teddy

MINGGU, 10 MEI 2026 | 06:46 WIB

HARUS diakui, Presiden Prabowo Subianto punya target lebih terhadap Teddy Indra Wijaya dibandingkan "santrinya" yang lain--meminjam diksi Sudaryono, Wamen Pertanian, ketika talkshow bersama Total Politik belum lama ini--yang mengaku dibina betul Prabowo sejak awal. Diksi "Hambalang Boys" dikesampingkan dulu saja.

Teddy Indra Wijaya dan Sudaryono bukanlah dua "santri" binaan Prabowo saja. Ada santri lain seperti Sugiono, Prasetyo Hadi, Simon Aloysius Mantiri, Angga Raka, termasuk Edhy Prabowo, yang sempat dipenjara saat menjadi Menteri KKP, di era Joko Widodo alias Jokowi.

Semua "santri" binaan Prabowo tersebut saat ini menempati posisi strategis. Memang, ada yang masih menempati posisi lapis kedua, tapi terlihat hanya menunggu waktu saja. Malah Eddy Prabowo yang berkasus, masih "nyantri" dengan Prabowo.


Edhy Prabowo dikeluarkan dari Akmil entah sebab apa dan bertemu Prabowo langsung direkrut. 

Sugiono, direkrut Prabowo saat masih berpangkat Lettu. Artinya, binaan Prabowo harus keluar sebagai anggota TNI, bukan aib. Tapi, kenapa untuk Teddy Indra Wijaya harus tetap menjadi anggota TNI?

Berarti memang, Prabowo punya target lain atau target lebih terhadap Teddy Indra Wijaya. 

Tidak seperti Edhy Prabowo dan Sugiono, yang keluar sebagai anggota TNI, melanjutkan kepemimpinan sipil, bukan militer. 

Tapi Teddy agaknya akan diplot keduanya. Pemimpin sipil sekaligus militer.

Bahkan, santri seperti Prasetyo Hadi, Sudaryono, dan Simon Aloysius Mantiri, tidak sempat meniti karir di TNI, kendatipun juga alumni SMA Taruna Nusantara, Mangelang. 

Mereka agaknya memang diplot sebagai pemimpin sipil yang berdisiplin militer. Sebagai "kiai", Prabowo tentu punya target dan itu wajar-wajar saja.

Apakah karena saat ini Prabowo menjabat sebagai Presiden? Artinya, karir militer Teddy bisa berlanjut, tidak seperti Edhy Prasetyo, Sugiono, dan yang lainnya? Bisa saja.

Sebab, sudah menjadi rahasia umum, ordal itu masih ada. Seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga berhenti, justru saat SBY tak lagi menjadi Presiden.

Seperti Prabowo yang juga seorang Jenderal TNI, dan juga pemimpin sipil saat ini sebagai Presiden, apakah akan ke sana juga muara dari karir seorang Teddy Indra Wijaya diplot Prabowo? 

Bisa iya, bisa juga tidak. Prabowo tentu yang paling tahu bakat dan level kemampuan para "santrinya". 

Dan jalan masih panjang, tapi Teddy sudah diserang banyak orang.

Erizal 
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya