Berita

Jakmania di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara. (Foto: Istimewa)

Publika

The Jakmania Jangan Meniru Erick Thohir

MINGGU, 10 MEI 2026 | 05:22 WIB

SEBAGAI alumni Menteng Boys Football Association alias MBFA, tentu saja saya mendukung Persija Jakarta. 

Berharap Persija menang dan kembali merasakan gelar juara seperti di masa Anies Baswedan menjadi gubernur DKI Jakarta.

Kita tentu masih ingat ketika Anies dilarang turun ke lapangan oleh Paspampres Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). 


Sebuah perlakuan yang terasa janggal bagi banyak orang. Tetapi Jakmania dan tim Persija tetap datang ke Balai Kota dan disambut dengan penuh kegembiraan. 

Anies sendiri memilih tidak memperpanjang polemik dan tidak mengomentari perlakuan yang diterimanya saat itu.

Persija adalah kebanggaan kota ini. Saya menonton mereka sejak masih SD. Dari masa Andi Lala, Sutan Harhara, Anjas Asmara, hingga berbagai momen ketika Persija berkali-kali menjuarai kejuaraan.

Ironisnya, pertandingan sebesar Persija vs Persib justru tidak dimainkan di Jakarta, melainkan dipindahkan ke Kalimantan Timur. 

Sebuah keputusan yang jelas merugikan Persija sebagai tuan rumah dan menjauhkan pertandingan dari basis suporternya sendiri.

Itulah contoh nyata buruknya tata kelola sepak bola nasional. Liga dikelola tanpa arah yang jelas, tanpa keberpihakan pada fairness kompetisi, dan sering kali mengabaikan kepentingan klub maupun supporter.

PSSI terlalu sering memperlihatkan ketidakmampuan mengelola sepak bola secara profesional. 

Kompetisi kehilangan marwah ketika keputusan-keputusan penting justru terasa tidak masuk akal bagi publik sepak bola itu sendiri.

Namun apa pun hasil pertandingan hari ini, saya berharap Jakmania tetap menunjukkan kedewasaan.

Datang dengan semangat.
Pulang dengan kehormatan.

Jangan tinggalkan stadion dengan amarah yang melampiaskan diri pada kursi, pagar, atau rumput. Karena suporter besar tidak diukur dari kerasnya teriakan, tetapi dari kemampuannya menjaga martabat kotanya sendiri.

Jangan pula meniru perilaku Erick Thohir dan gerombolannya yang pernah merusak rumput JIS demi kepentingan politik. 

Sebuah tindakan barbar yang memperlihatkan bagaimana kekuasaan bisa membuat orang rela merusak fasilitas publik hanya demi menjatuhkan lawan politiknya sendiri.

Publik jangan dibuat lupa bahwa rumput JIS dirusak bukan karena pertandingan sepak bola, tetapi karena kebencian politik yang dibungkus pencitraan.

Karena sepak bola seharusnya melahirkan kebanggaan, bukan kedengkian. Melahirkan persaudaraan, bukan kebisingan penuh kebencian.

Menang, rayakan dengan elegan.
Kalah, terima dengan bermartabat.

Dan kalau hari ini ada suporter yang mampu pulang tanpa merusak apa pun, tanpa menginjak rumput stadion, tanpa bertingkah barbar, setidaknya mereka telah memperlihatkan akhlak yang bahkan gagal ditunjukkan seorang Erick Thohir.

Geisz Chalifah
Pegiat demokrasi

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya