Berita

Presiden AS Donald Trump. (Foto: AFP)

Politik

Pemakzulan Kedua Donald Trump

Demokrasi Amerika Diguncang Konflik Internal Elite

MINGGU, 10 MEI 2026 | 05:17 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (AS) resmi memakzulkan Presiden Donald Trump atas tuduhan hasutan pemberontakan” terkait kerusuhan di Gedung Capitol beberapa waktu lalu.

Sebanyak 10 anggota Partai Republik ikut bergabung dengan Partai Demokrat dalam voting pemakzulan yang menghasilkan suara 232 berbanding 197. Dengan keputusan itu, Trump menjadi presiden pertama dalam sejarah Amerika Serikat yang dimakzulkan sebanyak dua kali.

Menanggapi peristiwa tersebut, pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai, pemakzulan Trump bukan sekadar persoalan hukum atau etika politik semata, melainkan mencerminkan perang besar antar-elite di tubuh Amerika Serikat.


“Peristiwa ini menunjukkan bahwa Amerika sedang mengalami fragmentasi politik yang sangat serius. Ini bukan lagi sekadar pertarungan Demokrat versus Republik, tetapi perebutan arah masa depan Amerika,” kata Amir dalam keterangannya, Sabtu 9 Mei 2026.

Menurut Amir, kerusuhan di Gedung Capitol menjadi simbol pecahnya konsensus politik nasional di negeri adidaya tersebut. 

Ia menilai polarisasi masyarakat Amerika sudah masuk tahap berbahaya dan berpotensi memengaruhi stabilitas global.

Amir menjelaskan, dari perspektif geopolitik, melemahnya stabilitas internal Amerika dapat dimanfaatkan rival-rival strategis seperti China dan Rusia untuk memperluas pengaruh internasional mereka.

“Ketika Amerika sibuk dengan konflik domestik, maka kekuatan lain akan mengambil momentum. Ini bisa mengubah peta geopolitik dunia dalam jangka panjang,” pungkas Amir.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya