Berita

Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor Dramaga Ciherang 1 sedang menyiapkan Makan Gizi Gratis (MBG), Jumat, 21 November 2025. (Foto: RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Politik

Komisi IX DPR Dorong Aturan Batas Usia Relawan SPPG Direvisi

SABTU, 09 MEI 2026 | 09:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi IX DPR RI mendorong aturan batas usia 50 tahun bagi relawan Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera direvisi. Ketentuan tersebut dinilai tidak sejalan dengan semangat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan membantu masyarakat kecil sekaligus membuka lapangan kerja.

Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama alias Uya Kuya mengatakan, program MBG seharusnya memberi peluang kerja bagi masyarakat marjinal yang selama ini sulit mendapatkan akses pekerjaan formal.

"Yang memberikan peluang kerja pada warga masyarakat marjinal," kata Uya Kuya kepada wartawan, dikutip Sabtu, 9 Mei 2026.


Politikus PAN itu menilai relawan berusia di atas 50 tahun justru masih sangat layak dilibatkan dalam program SPPG. Menurutnya, banyak dari mereka memiliki etos kerja tinggi dan rasa tanggung jawab yang kuat.

Uya Kuya juga menyoroti sulitnya masyarakat usia matang mendapatkan pekerjaan, sehingga keberadaan program MBG dapat menjadi ruang pengabdian sekaligus sumber penghasilan.

"Kemanusiaan. Karena usia demikian banyak yang masih punya tanggungan keluarga," katanya.

Ia menegaskan, program MBG bukan hanya berorientasi pada pemenuhan gizi bagi anak-anak dan ibu hamil penerima manfaat, tetapi juga harus mampu menghadirkan kesempatan kerja bagi kelompok masyarakat rentan.

Kelompok tersebut, lanjutnya, mencakup warga usia di atas 50 tahun, kaum difabel, hingga ibu rumah tangga yang terkendala pendidikan formal.

"Bisa jadi emak-emak yang terkendala pendidikan, orang-orang usia di atas 50 tahun, kaum difabel dan lain-lain," ujar legislator PAN itu.

Menurut Uya Kuya, fakta di lapangan menunjukkan relawan usia matang justru menjadi sosok yang paling bisa diandalkan dalam menjalankan tugas di SPPG.

"Pada kenyataannya di lapangan mereka justru menjadi relawan yg paling bisa diandalkan, tahan banting, dan kuat menjalani kerja di SPPG yg penuh tantangan dibanding relawan usia muda," demikian Uya Kuya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya