Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Hijau Terpicu Lonjakan Saham Teknologi dan AI

SABTU, 09 MEI 2026 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) menunjukkan pergerakan positif berkat adanya optimisme investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI), laporan keuangan perusahaan yang kuat, serta data ekonomi AS yang menunjukkan pasar tenaga kerja masih solid.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 9 Mei 2026, pada penutupan perdagangan Jumat, indeks S&P 500 naik 0,84 persen dan ditutup di level 7.398,93. Nasdaq melonjak 1,71 persen ke posisi 26.247,08, sedangkan Dow Jones hanya naik tipis 0,02 persen menjadi 49.609,16.

Kenaikan terbesar datang dari saham-saham teknologi dan AI. Saham Nvidia naik 1,8 persen, sementara Micron Technology dan Sandisk masing-masing melesat lebih dari 15 persen karena tingginya permintaan perangkat pusat data AI.


Indeks semikonduktor Philadelphia (.SOX) juga ikut melonjak. Sepanjang kuartal kedua 2026, indeks ini sudah naik sekitar 55 persen. Sektor teknologi dalam indeks S&P 500 naik 2,7 persen, sedangkan sektor utilitas justru turun 0,9 persen.

Secara mingguan, S&P 500 dan Nasdaq mencatat kenaikan selama enam pekan berturut-turut, menjadi reli terpanjang sejak Oktober 2024. Dow Jones juga menguat selama dua minggu beruntun.

Investor juga semakin optimistis setelah mayoritas perusahaan AS melaporkan laba yang lebih baik dari ekspektasi. Menurut data LSEG, sekitar 83 persen dari 440 perusahaan S&P 500 yang sudah merilis laporan keuangan kuartal pertama berhasil melampaui perkiraan analis.

Laba perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal pertama diperkirakan tumbuh hampir 29 persen dibanding tahun lalu, dengan kontribusi terbesar berasal dari perusahaan teknologi berbasis AI.

Meski demikian, tidak semua saham bergerak positif. Saham Cloudflare anjlok 24 persen setelah perusahaan layanan cloud itu mengumumkan pemutusan hubungan kerja sekitar 20 persen pegawai dan memberikan proyeksi pendapatan kuartal kedua yang mengecewakan.

Saham Expedia turun 9 persen setelah perusahaan perjalanan online itu mengatakan konflik Timur Tengah mulai menekan permintaan perjalanan. Sementara saham CoreWeave melemah 11,4 persen akibat kenaikan proyeksi belanja modal tahunan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya