Berita

Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus (Foto: RMOL/Abdul Rouf)

Politik

Sekretaris Pendiri IAW:

Pemeriksaan Ahmad Dedi Bisa Bongkar Mafia Bea Cukai

SABTU, 09 MEI 2026 | 02:18 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Pemeriksaan mantan pejabat Bea dan Cukai Ahmad Dedi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai menjadi pintu masuk membongkar dugaan mafia lama di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus, menilai langkah KPK memeriksa Ahmad Dedi menunjukkan keseriusan membongkar jaringan mafia impor yang diduga selama ini bermain di sektor kepabeanan.

“KPK sudah terlihat komitmennya untuk membongkar orang-orang yang menurut analisa kami mafia bea cukai. Sebab dia (Dedi) mantan orang dalam yang walau sudah pensiun masih mampu memiliki pengaruh,” kata Iskandar kepada RMOL di Jakarta, Jumat, 8 Mei 2026.


Menurutnya, mafia di sektor kepabeanan sulit diputus karena melibatkan oknum yang memahami detail mekanisme dan celah pengawasan di internal Bea Cukai.

“Kami yakin mafia itu dari unsur oknum-oknum Bea Cukai, sebab mereka yang lebih paham mekanisme dan antitesanya,” ujarnya.

Iskandar juga meminta dugaan keterkaitan Ahmad Dedi dengan lingkar kekuasaan turut ditelusuri.

Sebab, kata Iskandar, jika benar masih memiliki posisi strategis di sekitar pemerintahan, hal itu berpotensi menjadi alat menjaga keberlangsungan praktik mafia impor.

“Kalau itu benar, dia terlihat mengambil posisi untuk keberlanjutan bisnis mafia tersebut agar tetap eksis di pusaran itu,” tegasnya.

Iskandar berharap KPK tak berhenti pada pemeriksaan saksi semata, melainkan membongkar jaringan besar mafia impor yang disebut sudah berlangsung puluhan tahun dan merugikan banyak pelaku usaha.

“Idealnya diterapkan juga pasal pemerasan supaya para forwarder yang selama ini dirugikan mau ikut membongkar jaringan mafia yang sudah lama bermain,” tutupnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya