Ilustrasi Gunung Berapi (Sumber: Gemini Generated Image)
Gunung Dukono yang terletak di Pulau Halmahera, Maluku Utara mengalami erupsi dahsyat pada Jumat (8/5/2026) pagi. Insiden ini mengakibatkan 20 orang pendaki terjebak, bahkan dua pendaki Warga Negara Asing (WNA) dilaporkan meninggal dunia.
Letusan Gunung Dukono menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 10 kilometer ke udara. Gunung Dukono yang memiliki ketinggian 1.335 meter (4.380 kaki) merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.
Sejak 15 Juni 2008, status aktivitas Gunung Dukono ditetapkan berada di level II (waspada). Masyarakat di sekitar Gunung Dukono diimbau untuk selalu berhati-hati dan mengikuti arahan petugas.
Tak hanya itu, masyarakat juga dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 2 km dari Kawah Malupang Warirang, kawah paling aktif di Komplek Gunung Dukono. Berdasarkan informasi laman Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Dukono termasuk gunung api bertipe strato atau berbentuk kerucut.
Struktur geologi yang berkembang di sekitar gunung berupa sesar dan kawah. Terdapat beberapa kawah yang ada di sekitar puncak Gunung Dukono, tapi beberapa di antaranya sudah padam atau tidak aktif.
Kawah-kawah tersebut antara lain Kawah Tanah Lapang, Dilekene (A dan B), Malupang Magiwe (C), Telori (D), Heneowara (G ), dan Malupang-Warirang. Kawah Malupang-Warirang merupakan kawah paling aktif di Gunung Dukono.
Terkait kegempaan, aktivitas gempa yang terekam di Gunung Dukono secara umum berupa gempa vulkanik dalam (VA), vulkanik-dangkal (VB), tektonik-lokal (TL), tektonik-jauh (TJ), serta gempa hembusan/letusan. Gunung Dukono meletus berkali-kali sejak ratusan tahun silam.
Mengutip laman PVMBG, Gunung Dukono pernah mengalami erupsi dahsyat yang merusak Kota Tolo pada tahun 1550. Aliran lava letusan menghubungkan Gunung Mamuya dengan Pulau Halmahera yang sebelumnya dipisahkan oleh laut.
Setelah itu, letusan kembali terjadi pada tahun 1861-1869 dan 1901. Pada 13 Agustus 1933, terjadi letusan hebat dengan pusat kegiatan di bawah Kawah Malupang-Warirang. Aliran lava dari letusan melimpah ke arah utara dan merusak banyak wilayah.
Gunung Dukono kembali mengalami peningkatan aktivitas yang disertai letusan beberapa kali pada tahun 1941-1942, 1945, 1946, 1952, 1969, 1971, 1991, 1992, 1993, dan 1995.
Pada 2 Maret 2003, terjadi letusan abu dengan ketinggian 200 meter di atas puncak. Suara gemuruh terus terdengar setelahnya, hingga kembali terjadi letusan abu pada 5 Maret 2003.
Saat itu, material abu mencapai Tobelo yang berjarak sekitar 15 km. Letusan abu masih terus terjadi hingga 11 Maret 2003 meski jumlahnya semakin berkurang.
Sebelum letusan saat ini, gunung tersebut juga tercatat mengalami erupsi pada Senin, 6 April 2026 silam.